KJN, Aceh – Tanpa bantuan alat berat, prajurit TNI berjibaku membersihkan lumpur tebal yang mengendap di puluhan ruang kelas sekolah terdampak banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Aksi kemanusiaan ini dilakukan demi memastikan aktivitas belajar mengajar dapat kembali berjalan normal.
Personel dari Batalyon Infanteri (Yonif) 117/Ksatria Yudha dikerahkan ke sejumlah kecamatan untuk menanggulangi dampak banjir yang melumpuhkan sektor pendidikan. Fokus utama kegiatan ini adalah membersihkan endapan lumpur pekat yang menutupi lantai kelas, dinding, hingga fasilitas penunjang sekolah.
Langkah cepat ini dilakukan setelah banjir surut dan meninggalkan sedimentasi tebal yang berpotensi merusak bangunan jika tidak segera ditangani. Selain itu, keterlambatan pembersihan dikhawatirkan menghambat hak belajar siswa di wilayah terdampak.
Gotong Royong di Tengah Keterbatasan
Pantauan di lapangan pada Rabu, 14 Januari 2026, menunjukkan para prajurit bekerja secara gotong royong menggunakan peralatan manual seperti sekop, serokan, dan gerobak dorong. Proses pembersihan dilakukan bertahap, mulai dari penyemprotan lumpur cair hingga pengerukan endapan yang telah mengeras.
Kegiatan ini berlangsung di sejumlah titik, terutama di Kecamatan Rantau dan Kuala Simpang, yang menjadi wilayah terdampak cukup parah.
“Ini merupakan bentuk komitmen TNI dalam membantu percepatan pemulihan pascabencana. Prioritas kami adalah memastikan sekolah kembali bersih, aman, dan layak digunakan oleh para siswa,” ujar perwakilan Yonif 117/Ksatria Yudha di sela kegiatan.
19 Sekolah Jadi Sasaran Pemulihan
Data sementara mencatat sebanyak 19 fasilitas pendidikan, mulai dari PAUD hingga SMA, menjadi sasaran utama pembersihan.
Beberapa sekolah bahkan telah menunjukkan progres signifikan. Di SDN 2 Rantau Pauh, pembersihan dilaporkan rampung 100 persen. Sementara itu, SD Swasta Alwasliyah dan SMPN 1 Kejuruan Muda masih dalam tahap pengerjaan dengan progres rata-rata di atas 50 persen.
Sebaran lokasi pemulihan mencakup sejumlah kecamatan, di antaranya Karang Baru dan Sekerak. Untuk pendidikan keagamaan, Madrasah Diniyah Takmiliyah Awaliyah Muda Sedia mencatat progres hampir tuntas dengan capaian 95 persen.
Keterlibatan TNI dinilai sangat krusial, mengingat keterbatasan alat berat yang sulit menjangkau ruang-ruang kelas. Dengan semangat pengabdian, para prajurit menargetkan seluruh fasilitas pendidikan terdampak dapat kembali difungsikan dalam waktu dekat, sehingga siswa bisa segera kembali belajar dengan aman dan nyaman.
Editor: Redaksi KJN
Tidak ada komentar