Jambi, (KJ-News.com) – Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi resmi memulai langkah digitalisasi organisasi melalui sosialisasi aplikasi data atlet, tata kelola keuangan, dan penyusunan program kerja sebagai bagian dari persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, AKBP Mat Sanusi, itu berlangsung di Aula KONI Jambi, Senin (18/5/2026). Sosialisasi digelar selama dua hari hingga 19 Mei 2026 dengan melibatkan jajaran pengurus KONI Provinsi, KONI Kabupaten/Kota, serta pengurus cabang olahraga se-Provinsi Jambi.
Dalam sambutannya, Mat Sanusi menegaskan bahwa kegiatan tersebut menjadi langkah awal menyatukan arah kebijakan olahraga daerah agar program pembinaan berjalan terintegrasi dari tingkat provinsi hingga kabupaten dan kota.
“Ini bagian dari persiapan dini menuju PON 2028. Kita ingin menyamakan visi dan misi antara KONI Provinsi dengan KONI Kabupaten/Kota agar seluruh program kerja berjalan selaras untuk mendorong peningkatan prestasi olahraga Jambi,” ujar Mat Sanusi.
Salah satu agenda utama dalam kegiatan ini adalah peluncuran dan pengenalan Aplikasi Bank Data Atlet Provinsi Jambi. Inovasi digital tersebut dinilai penting karena selama ini Provinsi Jambi belum memiliki sistem data atlet terpadu yang mampu merekam perjalanan pembinaan, capaian prestasi, hingga perkembangan atlet secara menyeluruh.
Menurut Sanusi, kehadiran bank data digital akan mempermudah proses monitoring dan evaluasi atlet secara lebih akurat dan berbasis data.
“Selama ini rekam jejak atlet kita belum terdokumentasi secara digital dan terintegrasi. Dengan aplikasi ini, kita dapat memantau perkembangan atlet, hasil pembinaan, hingga capaian prestasi secara lebih cepat, tepat, dan transparan,” katanya.
Selain digitalisasi data, KONI Jambi juga menaruh perhatian serius terhadap penguatan tata kelola administrasi dan keuangan organisasi. Dalam forum tersebut, Mat Sanusi mengingatkan seluruh pengurus cabang olahraga dan KONI daerah agar mengelola dana hibah secara profesional, transparan, dan akuntabel.
Ia menegaskan, dana hibah yang bersumber dari negara harus difokuskan sepenuhnya untuk kebutuhan pembinaan atlet dan peningkatan prestasi olahraga, bukan digunakan di luar kepentingan pembinaan.
“Dana hibah merupakan amanah publik untuk kemajuan olahraga daerah. Penggunaannya harus tepat sasaran, bertanggung jawab, dan benar-benar berdampak pada pembinaan atlet serta peningkatan prestasi Jambi di tingkat nasional,” tegasnya.
Melalui digitalisasi sistem data, penguatan tata kelola keuangan, serta sinkronisasi program kerja, KONI Provinsi Jambi berharap pembinaan olahraga daerah dapat berjalan lebih modern, terukur, dan berkelanjutan. Langkah ini sekaligus menjadi fondasi awal dalam membangun kesiapan atlet dan organisasi olahraga Jambi menuju target prestasi pada PON 2028.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar