Waspada! Ini Daftar Sayuran dan Buah yang Paling Banyak Terkontaminasi Mikroplastik

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Jan 2026 15:05 196 Admin

 

KJN, Jakarta – Mikroplastik kini tidak hanya mencemari laut dan udara, tetapi juga telah masuk ke rantai makanan sehari-hari. Sejumlah penelitian terbaru menunjukkan bahwa berbagai buah dan sayuran yang kerap dikonsumsi masyarakat mengandung partikel mikroplastik dalam jumlah mengkhawatirkan.

 

Mikroplastik merupakan fragmen plastik berukuran sangat kecil yang berasal dari degradasi sampah plastik, limbah industri, hingga serat pakaian sintetis. Karena ukurannya yang mikroskopis, partikel ini mudah berpindah dan masuk ke tubuh manusia melalui makanan dan minuman. Jika terakumulasi, mikroplastik berpotensi menempel pada dinding usus, memicu peradangan, serta melemahkan sistem kekebalan tubuh.

 

Sebuah studi yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Science pada Agustus 2020 mengungkapkan bahwa terdapat sekitar 52.050 hingga 233.000 partikel plastik berukuran di bawah 10 mikrometer dalam berbagai jenis buah dan sayuran.

 

Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa apel dan wortel menjadi komoditas paling terkontaminasi, dengan kandungan lebih dari 100.000 partikel mikroplastik per gram. Partikel mikroplastik terkecil ditemukan pada wortel, sementara potongan plastik berukuran lebih besar terdeteksi pada selada.

 

Penelitian lain yang dilakukan oleh tim dari Universitas Catania, Italia, juga menemukan mikroplastik dalam berbagai jenis buah dan sayur, seperti wortel, selada, apel, dan pir. Apel tercatat memiliki rata-rata 195.500 partikel plastik per gram, disusul pir dengan sekitar 189.500 partikel per gram.

 

Sementara itu, brokoli dan wortel dinyatakan sebagai sayuran dengan tingkat kontaminasi tertinggi, masing-masing mengandung lebih dari 100.000 partikel mikroplastik per gram.

 

Sejumlah studi sebelumnya juga membuktikan bahwa mikroplastik dan nanoplastik dapat diserap oleh akar tanaman, seperti selada dan gandum, melalui air dan tanah yang telah tercemar. Proses ini memungkinkan mikroplastik terakumulasi di jaringan tanaman sebelum akhirnya dikonsumsi manusia.

 

“Saat kita menggigit apel, kemungkinan besar kita juga ikut menelan mikroplastik,” ujar Sion Chan, juru kampanye Greenpeace Asia Timur yang berbasis di Hong Kong.

 

Temuan ini memperkuat kekhawatiran global terkait polusi plastik dan dampaknya terhadap kesehatan manusia, sekaligus menjadi peringatan penting akan perlunya pengelolaan lingkungan dan sistem pangan yang lebih bersih dan berkelanjutan.

 

Editor: Redaksi KJN

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA