Prabowo Gelar Rapat Terbatas dengan Airlangga, Purbaya, Bahlil, dan Rosan di Istana

waktu baca 2 menit
Senin, 5 Jan 2026 19:36 40 Admin

 

KJN, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menggelar rapat terbatas (ratas) dengan jajaran menteri ekonomi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (5/1/2026). Rapat tersebut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Danantara Rosan Perkasa Roeslani.

 

Keempat menteri tiba secara bergantian di Istana Kepresidenan mulai sekitar pukul 15.30 WIB. Sejumlah menteri, termasuk Bahlil dan Rosan, langsung memasuki kompleks Istana tanpa memberikan keterangan terkait agenda rapat kepada wartawan.

 

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang sempat ditemui awak media menyatakan kehadirannya memenuhi undangan rapat dari Presiden.

 

“Saya diundang rapat,” kata Purbaya singkat. Ia menyebutkan penjelasan lebih lanjut akan disampaikan setelah rapat selesai. “Nanti mungkin habis rapat,” ujarnya.

 

Sementara itu, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto juga enggan mengungkapkan agenda ratas. Namun, ia menanggapi pertanyaan wartawan terkait dinamika global pasca-penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro dan dampaknya terhadap perekonomian dunia, khususnya harga minyak.

 

Airlangga menegaskan pemerintah terus memantau perkembangan situasi global tersebut. Menurutnya, sejauh ini belum terlihat gejolak signifikan pada harga minyak dunia.

 

“Itu masih dimonitor karena yang utama berpengaruh terhadap harga minyak. Tetapi, dalam satu hingga dua hari terakhir tidak ada perubahan signifikan. Harga minyak relatif masih rendah, sekitar 63 dolar AS per barel,” ujar Airlangga.

 

Terkait kerja sama bilateral, Airlangga menyebut nota kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Venezuela yang telah disepakati sebelumnya perlu dikaji ulang menyusul perubahan situasi politik di negara tersebut.

 

“Ya, tentunya ada perubahan dengan kondisi yang terjadi kemarin, karena pemerintahannya kan berganti,” katanya.

 

Di kesempatan terpisah, Menkeu Purbaya menegaskan Pemerintah Indonesia meningkatkan kewaspadaan menyusul perkembangan geopolitik global dan memastikan posisi nasional tetap kuat.

 

“Kita mesti selalu menjaga kekuatan kita,” ujar Purbaya. Ia juga menyinggung situasi hukum internasional yang dinilainya semakin tidak menentu.

 

“Hukum dunia sekarang agak aneh. Negara bisa menyerang negara berdaulat lain dan seperti bisa menghindar dari pengawasan PBB,” kata Purbaya menanggapi situasi di Venezuela.

 

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari Istana terkait agenda dan hasil rapat terbatas yang dipimpin Presiden Prabowo tersebut.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA