Prabowo Sebut Tim Pertanian Bukti Kerja Pemerintah yang Membanggakan

waktu baca 3 menit
Rabu, 14 Jan 2026 08:47 43 Admin

 

KJN, Jakarta – Presiden Prabowo Subianto menegaskan sektor pertanian menjadi contoh nyata kinerja pemerintah yang berprestasi dan membanggakan, sekaligus fondasi penting dalam membangun kepercayaan diri bangsa menuju kemandirian nasional.

 

Presiden Prabowo menyampaikan apresiasi atas capaian tim pertanian yang dinilainya berhasil menunjukkan kerja konkret dan hasil nyata bagi rakyat. Keberhasilan tersebut, menurut Presiden, bukan hanya berdampak pada peningkatan produksi pangan, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri bangsa Indonesia di tengah persaingan global.

 

Presiden menekankan bahwa Indonesia harus menjadi bangsa yang kuat dan percaya diri, bangga terhadap prestasi sendiri, serta tidak merasa rendah diri atau selalu merasa tertinggal dibanding negara lain. Kemandirian di berbagai bidang kehidupan, termasuk pangan, menjadi kunci untuk berdiri di atas kaki sendiri sebagai bangsa yang berdaulat.

 

Keberhasilan sektor pertanian, lanjut Presiden, merupakan buah dari kerja keras, konsistensi kebijakan, serta sinergi lintas kementerian dan lembaga sejak awal masa pemerintahannya. Target swasembada pangan yang semula direncanakan tercapai dalam empat tahun, justru berhasil diwujudkan hanya dalam waktu satu tahun.

 

Presiden mengungkapkan, sejak dilantik pada 20 Oktober 2024, dirinya menargetkan swasembada beras dalam empat tahun. Namun, berkat kerja kolektif kabinet dan penyederhanaan regulasi, target tersebut tercapai jauh lebih cepat dari perkiraan.

 

Salah satu terobosan besar yang disoroti Presiden adalah pembenahan tata kelola pupuk bersubsidi. Pemerintah memangkas 145 regulasi yang dinilai tidak efektif dan menyederhanakan perizinan distribusi pupuk, sehingga penyaluran dapat langsung menjangkau petani secara cepat dan merata di seluruh Indonesia.

 

Presiden menjelaskan, distribusi pupuk kini tidak lagi melibatkan banyak kementerian dan lembaga, melainkan cukup melalui satu instruksi sederhana dengan verifikasi menggunakan KTP dan persetujuan kepala desa. Reformasi ini dinilai mampu mengatasi persoalan klasik kelangkaan pupuk di tingkat petani.

 

Dampak dari reformasi tersebut, harga pupuk bersubsidi berhasil diturunkan hingga 20 persen, sementara volume distribusi justru meningkat hingga 700 ribu ton. Kondisi ini membuat pupuk semakin terjangkau, tersedia di lapangan, serta tetap menjaga keberlanjutan industri pupuk nasional.

 

Keberhasilan di sektor pupuk dan perberasan berdampak langsung pada kesejahteraan petani. Presiden menyebut, nilai tukar petani meningkat signifikan, cadangan beras nasional berada pada level tertinggi, dan produksi beras mencapai rekor tertinggi sepanjang sejarah Republik Indonesia.

 

Presiden menegaskan bahwa kemandirian pangan merupakan syarat mutlak bagi negara yang ingin benar-benar merdeka. Ketergantungan pangan dari luar negeri, menurutnya, tidak sejalan dengan semangat kedaulatan dan martabat bangsa.

 

Prabowo berharap keberhasilan sektor pertanian dapat menjadi teladan bagi sektor lain dalam membangun Indonesia yang berdaulat, adil, dan sejahtera, melalui keberanian melakukan reformasi serta keberpihakan nyata kepada kepentingan rakyat.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA