Menpar Tegaskan Arah Baru Pariwisata Indonesia: Berkelanjutan, Inklusif, dan Berdaya Saing Global

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Jan 2026 15:09 90 Admin

KJ-News.com, Jakarta – Pemerintah menegaskan komitmennya untuk mengembangkan pariwisata berkelanjutan sebagai arah utama pembangunan sektor pariwisata nasional. Kebijakan ini menekankan keseimbangan antara pelestarian lingkungan, penguatan sosial dan budaya, pertumbuhan ekonomi, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat lokal.

Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengatakan, pariwisata Indonesia tidak lagi dipandang semata sebagai kumpulan destinasi, melainkan sebagai ekosistem terpadu yang mencerminkan kekayaan alam, budaya, dan keberagaman masyarakat di berbagai wilayah Nusantara.

“Pariwisata Indonesia bukan sekadar tentang satu destinasi, melainkan sebuah ekosistem yang terbentang dalam berbagai lapisan geografi, budaya, alam, dan masyarakatnya,” ujar Widiyanti dalam forum “Leaders’ Meeting: Beyond Destinations – Reimagining Indonesia’s Tourism Future” di Jakarta, Selasa (20/1/2026).

Ia menegaskan bahwa visi pemerintah tidak hanya berorientasi pada peningkatan jumlah kunjungan wisatawan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan membuka peluang yang adil bagi seluruh lapisan masyarakat.

Kekuatan Pariwisata Indonesia di Mata Dunia

Dalam forum yang dihadiri perwakilan Harvard Indonesian Student Association (HISA) serta pemerhati studi Indonesia, Menteri Pariwisata turut memaparkan keunggulan pariwisata nasional di tingkat global.

Indonesia saat ini memiliki:

12 UNESCO Global Geopark

10 Situs Warisan Dunia

16 Warisan Budaya Tak Benda yang diakui UNESCO

6.100 desa wisata, termasuk lima desa wisata terbaik dunia versi UN Tourism

Kekayaan tersebut, menurut Widiyanti, menjadi modal besar untuk memperkuat posisi Indonesia sebagai destinasi pariwisata unggulan berbasis keberlanjutan.

Kinerja Positif Sektor Pariwisata

Widiyanti juga mengungkapkan kinerja sektor pariwisata yang terus menunjukkan tren positif. Sepanjang Januari–November 2025, Indonesia mencatat:

13,98 juta kunjungan wisatawan mancanegara

Devisa pariwisata sebesar 13,82 miliar dolar AS

25,91 juta tenaga kerja terserap di sektor pariwisata per Agustus 2025

Capaian tersebut menegaskan peran strategis pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional dan pencipta lapangan kerja.

Tantangan dan Fokus Pembenahan

Meski demikian, pemerintah mengakui masih terdapat sejumlah tantangan yang harus dihadapi. Di antaranya adalah persaingan regional, terutama dengan negara tetangga seperti Thailand yang memiliki citra pariwisata kuat melalui diplomasi kuliner global.

Selain itu, tantangan lain meliputi:

Konektivitas dan aksesibilitas

Kebijakan visa

Pengelolaan lingkungan dan keamanan destinasi

Manajemen kunjungan wisatawan

Ketersediaan tenaga kerja pariwisata bersertifikat

Menurut Widiyanti, tantangan-tantangan tersebut menjadi fokus pembenahan pemerintah guna memastikan pariwisata Indonesia tumbuh berkualitas, berdaya saing, dan berkelanjutan dalam jangka panjang.

 

 

Penulis : Ridho Saputra

Editor : Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA