Pemerintah Siapkan Rp335 Triliun untuk Program Makan Bergizi Gratis 2026

waktu baca 3 menit
Rabu, 14 Jan 2026 08:25 218 Admin

 

KJN, Jakarta – Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah telah menyiapkan anggaran sebesar Rp335 triliun untuk mendukung pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) sepanjang tahun 2026. Program ini menjadi salah satu agenda nasional strategis untuk meningkatkan kualitas gizi masyarakat sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi.

 

Airlangga menegaskan, pendanaan MBG sepenuhnya bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), sehingga pelaksanaannya dipastikan aman, berkelanjutan, dan terukur dalam menjamin layanan gizi bagi penerima manfaat.

 

“Jaminannya itu APBN. Tahun ini pemerintah menyiapkan anggaran MBG sebesar Rp335 triliun, jadi aman,” ujar Airlangga saat menghadiri kegiatan Road to Jakarta Food Security Summit (JFSS) bertema Ketahanan Pangan untuk Menjaga Kedaulatan Bangsa di Jakarta, Selasa.

 

Anggaran tersebut dirancang untuk menjangkau sekitar 82 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia pada 2026. Selain meningkatkan asupan gizi, Airlangga menilai program MBG memiliki dampak ekonomi yang signifikan karena mampu menggerakkan aktivitas usaha di daerah.

 

Ia menjelaskan, operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) menggunakan model pembayaran di awal, sehingga memberikan kepastian arus kas bagi pelaksana. Skema ini dinilai mampu mempercepat perputaran modal, mendorong investasi lokal, serta memacu pertumbuhan usaha kecil dan ekonomi daerah.

 

“Model bisnis SPPG ini sangat baik. Karena dibayar di awal, baru memproduksi, sehingga arus kasnya kuat. Beberapa yang kami pantau bahkan sudah berencana membangun SPPG kedua dan seterusnya,” jelas Airlangga.

 

Di sejumlah daerah, seperti Lamongan, program MBG juga memicu partisipasi masyarakat secara gotong royong dalam membangun usaha SPPG. Hal tersebut mencerminkan efek pengganda ekonomi yang dihasilkan dari program ini.

 

Dari total anggaran Rp335 triliun, pemerintah memperkirakan hampir Rp80 triliun akan mengalir ke tingkat akar rumput setiap kuartal. Nilai ini jauh lebih besar dibandingkan stimulus pemerintah pada kuartal pertama tahun sebelumnya yang berada di kisaran Rp37 triliun secara nasional.

 

“Jika dana sebesar Rp80 triliun per kuartal langsung masuk ke grassroot, tentu dampaknya besar terhadap pertumbuhan ekonomi,” tambahnya.

 

Airlangga optimistis penyaluran dana MBG secara langsung ke masyarakat akan mendorong konsumsi, meningkatkan produksi, serta menciptakan lapangan kerja baru. Program ini diperkirakan mampu menyerap hingga tiga juta tenaga kerja, seiring dengan asumsi bahwa setiap satu persen pertumbuhan ekonomi dapat menciptakan sekitar 400 ribu lapangan kerja.

 

Bahkan, kontribusi MBG diperkirakan berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi hingga 7 persen. Dengan realisasi setengah dari potensi tersebut saja, program ini dinilai tetap mampu memberikan tambahan sekitar tiga persen bagi pertumbuhan ekonomi nasional pada 2026.

 

“Ini akan mampu mengungkit pertumbuhan ekonomi sesuai dengan target yang diharapkan pemerintah,” pungkas Airlangga.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA