KJ-News.com, Jakarta – Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menegaskan bahwa pertumbuhan hijau (green growth) menjadi elemen kunci dalam agenda pembangunan nasional, seiring langkah Indonesia mempercepat aksesi ke Organisation for Economic Co-operation and Development (OECD).
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi ke depan tidak lagi semata mengejar angka, tetapi harus mampu mengintegrasikan kesejahteraan masyarakat, keberlanjutan lingkungan, serta kepentingan sosial secara seimbang.
“Indonesia sudah memasuki fase baru dalam aksesi OECD. Kita tidak lagi berbicara niat, tetapi implementasi nyata. Dunia usaha tidak bisa hanya menjadi penonton, karena proses ini sangat relevan bagi masa depan iklim bisnis nasional,” ujar Anindya dalam keterangannya di Jakarta, Rabu (21/1/2026).
Pernyataan tersebut disampaikan Anindya saat memberikan keynote remarks dalam forum Kadin Indonesia x Growth Gateway Roundtable: Delivering Growth as Part of Indonesia’s OECD Accession, yang digelar di Boston Consulting Group (BCG) London Office, Inggris, Senin (19/1/2026).
OECD Dinilai Perkuat Kredibilitas Kebijakan Nasional
Menurut Anindya, aksesi OECD bukan sekadar proses administratif, melainkan jalur strategis untuk memperkuat kredibilitas kebijakan nasional, meningkatkan daya saing ekonomi, serta memastikan pertumbuhan jangka panjang yang inklusif dan berkelanjutan melalui penyelarasan dengan standar global.
Dalam konteks tersebut, Kadin mengambil peran strategis tidak hanya sebagai wadah advokasi dunia usaha, tetapi juga mitra aktif pemerintah dalam implementasi kebijakan.
“Kadin dapat menjadi penghubung terorganisasi antara kementerian dan pelaku industri untuk menghimpun masukan sektoral secara terpadu dan mencegah fragmentasi pesan kebijakan,” kata Anindya.
Sebagai langkah konkret, Kadin mendorong pembentukan private sector OECD accession working group lintas sektor, dengan fokus pada klaster strategis seperti investasi, persaingan usaha, tata kelola perusahaan, praktik bisnis bertanggung jawab, hingga perlindungan lingkungan.
UMKM dan Rantai Pasok Jadi Perhatian
Kadin juga menekankan pentingnya penguatan kapasitas dunia usaha, termasuk UMKM dan rantai pasok, agar mampu beradaptasi dengan standar OECD.
“Melalui sosialisasi dan penguatan kapasitas, perusahaan dapat mengidentifikasi potensi dampak yang tidak diinginkan sejak dini, sekaligus mendorong adopsi praktik bisnis dan tata kelola yang bertanggung jawab guna membangun kepercayaan pasar,” ujar Anindya.
Peluang Besar Kemitraan RI–Inggris
Dalam forum yang sama, Anindya menyoroti potensi besar kemitraan ekonomi antara Indonesia dan Inggris. Nilai perdagangan kedua negara tercatat mencapai 3,9 miliar dolar AS hingga akhir kuartal II 2025, tumbuh 12,2 persen secara tahunan. Meski demikian, Indonesia masih berada di peringkat ke-54 sebagai mitra dagang Inggris.
“Dengan kerangka kerja sama komersial yang jelas dan sejalan dengan standar OECD, kemitraan ini berpotensi tumbuh jauh melampaui capaian saat ini,” tegasnya.
Pemerintah Tegaskan Aksesi OECD Prioritas Nasional
Sementara itu, Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim S. Djojohadikusumo, menilai aksesi OECD menjadi kebutuhan strategis bagi Indonesia yang memiliki skala ekonomi besar dan kompleks.
Senada, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menegaskan bahwa aksesi OECD merupakan bagian integral dari agenda transformasi ekonomi nasional.
“Aksesi OECD bukan sekadar proses teknis, tetapi prioritas strategis nasional dan fondasi penting untuk mewujudkan visi Indonesia Emas 2045,” ujar Airlangga.
Dorong Green Jobs dan Pembiayaan Inovatif
Wakil Ketua Umum Koordinator Bidang Pembangunan Manusia, Kebudayaan, dan Pembangunan Berkelanjutan Kadin Indonesia Shinta Kamdani menekankan pentingnya pembiayaan inovatif, termasuk blended finance, serta pengembangan green jobs dalam agenda transisi hijau nasional.
“Penciptaan lapangan kerja hijau sangat krusial seiring upaya Indonesia membuka lebih banyak kesempatan kerja. Kami terlibat aktif dalam peningkatan keterampilan dan produktivitas sektor green jobs, termasuk bekerja sama dengan serikat pekerja,” kata Shinta.
Dengan pendekatan pertumbuhan hijau dan keterlibatan aktif dunia usaha, aksesi OECD diharapkan menjadi momentum strategis untuk memperkuat fondasi ekonomi nasional yang inklusif, berdaya saing global, dan berkelanjutan menuju Indonesia Emas 2045.
Penulis: Ridho Saputra
Editor: Redaksi KJN
#KadinIndonesia,
#AksesiOECD,
#PertumbuhanHijau,
#GreenEconomy,
#IndonesiaEmas2045,
#EkonomiBerkelanjutan,
#ReformasiEkonomi,
#GreenJobs,
#DuniaUsaha,
#OECDIndonesia
Jika Anda ingin, saya juga bisa:
🔹 Menyederhanakan versi headline breaking news
🔹 Membuat lead super singkat ala Google Discover
🔹 Mengubahnya ke gaya Kompas, Antara, atau Detik
🔹 Menyiapkan caption media sosial & push notification
Tinggal bilang mau versi apa.
Tidak ada komentar