Jakarta, (KJ-News.com) – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menegaskan bahwa kejatuhan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hingga anjlok hampir 8% pada akhir Januari 2026 merupakan tanggung jawab pimpinan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bursa Efek Indonesia (BEI). Karena itu, ia menilai langkah pengunduran diri para petinggi lembaga tersebut sebagai bentuk pertanggungjawaban yang tepat.
Pernyataan itu disampaikan Purbaya merespons mundurnya Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, disusul Direktur Utama BEI Iman Rachman, serta Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara.
“Ketika pasar mengalami koreksi yang sangat dalam, mereka harus bertanggung jawab,” ujar Purbaya dalam agenda Indonesia Economic Summit 2026 di Hotel Shangri-La, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Sebagaimana diketahui, IHSG sempat terjun bebas hingga minus 8% ke level 7.480 pada akhir Januari lalu. Menurut Purbaya, tekanan pasar tersebut tidak terlepas dari lemahnya pengawasan dan respons otoritas terhadap peringatan global, khususnya dari MSCI.
Ia menilai, otoritas bursa mengabaikan tuntutan MSCI untuk memperkuat transparansi pasar dan membersihkan praktik saham gorengan yang sarat manipulasi harga.
“Kita tahu mereka tidak merespons tuntutan MSCI dengan semestinya. OJK juga memiliki tanggung jawab penuh dalam mengawasi pasar dan bursa,” tegasnya.
Purbaya menyebut, pengunduran diri pimpinan OJK dan BEI justru menjadi sinyal positif bagi reformasi pasar modal nasional.
“Bagi saya ini pertanda baik. Artinya, mereka menyadari telah terjadi kesalahan dan bersedia bertanggung jawab,” ujarnya.
Ia juga mengungkapkan bahwa persoalan ketidaktransparanan pasar saham telah lama menjadi perhatian. Beberapa bulan sebelumnya, ia bahkan telah meminta manajemen bursa untuk menindak tegas praktik saham gorengan, namun langkah tersebut tidak direspons secara konkret.
“Karena itu, peringatan dari MSCI justru menjadi momentum penting. Ini bisa kita gunakan untuk memperbaiki praktik pasar agar lebih sehat dan kredibel,” kata Purbaya.
Ke depan, pemerintah berkomitmen memenuhi seluruh standar dan persyaratan MSCI, terutama terkait transparansi, tata kelola, dan perlindungan investor.
Meski tidak terlibat langsung dalam operasional harian bursa, Purbaya menegaskan peran pemerintah tetap krusial dalam menjaga stabilitas ekonomi dan kepercayaan pasar.
“Kami memastikan belanja pemerintah tetap kuat pada kuartal pertama dan kedua, dilakukan tepat waktu, likuiditas pasar terjaga, dan iklim usaha terus membaik,” pungkasnya.
Pernyataan keras Menkeu ini menandai babak baru pembenahan pasar modal Indonesia, sekaligus menjadi pesan kuat bahwa stabilitas IHSG dan kepercayaan investor adalah tanggung jawab bersama otoritas dan pelaku pasar.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar