Harga BBM Subsidi Dipastikan Tak Naik hingga Akhir 2026, Pemerintah Jaga Stabilitas Energi Nasional

waktu baca 2 menit
Jumat, 17 Apr 2026 12:52 19 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – Pemerintah memastikan harga bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kepastian ini disampaikan langsung Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia sebagai tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Bahlil mengatakan, keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi pasokan energi nasional yang dinilai masih aman dan terkendali. Ia menegaskan, stok BBM seperti solar, bensin, hingga LPG saat ini berada di atas batas minimum yang ditetapkan pemerintah.

“Kami sudah bersepakat atas arahan Bapak Presiden bahwa harga BBM subsidi tidak akan dinaikkan sampai akhir tahun. Stok energi kita dalam kondisi aman,” ujar Bahlil dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (17/4).

Selain faktor pasokan, pemerintah juga memperhitungkan kondisi fiskal negara yang dinilai masih cukup kuat untuk menopang kebijakan tersebut. Hal ini didukung oleh harga minyak mentah Indonesia atau Indonesian Crude Price (ICP) yang masih berada di bawah asumsi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026.

Menurut Bahlil, rata-rata ICP sepanjang tahun ini masih berada di kisaran 77 dolar AS per barel, atau di bawah ambang batas aman sebesar 100 dolar AS. Kondisi ini memberikan ruang fiskal bagi pemerintah untuk mempertahankan harga BBM subsidi tanpa membebani masyarakat.

Meski demikian, pemerintah masih menghadapi tantangan dalam hal ketergantungan impor energi. Konsumsi BBM nasional saat ini mencapai sekitar 1,6 juta barel per hari, sementara produksi dalam negeri baru berkisar 600 hingga 610 ribu barel per hari.

Untuk mengatasi hal tersebut, pemerintah membuka peluang kerja sama internasional, termasuk dengan Rusia, dalam pengembangan sektor energi, khususnya pembangunan kilang minyak dan fasilitas penyimpanan energi. Langkah ini dinilai penting untuk memperkuat ketahanan energi nasional dalam jangka panjang.

“Kami sedang membahas potensi investasi di sektor kilang dan storage. Ini bagian dari strategi besar untuk menjaga ketahanan energi nasional ke depan,” tambahnya.

Pemerintah berharap kebijakan stabilitas harga BBM subsidi ini dapat memberikan kepastian bagi masyarakat dan dunia usaha, sehingga aktivitas ekonomi tetap berjalan optimal di tengah dinamika harga energi global yang fluktuatif.

 

 

Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: https://klikjambinew.com/

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA