DPRD Kota Jambi Desak Bank Jambi Pulihkan Layanan ATM dan M-Banking, ASN Keluhkan Gangguan Berulang

waktu baca 3 menit
Rabu, 4 Mar 2026 17:06 24 Admin

Kota Jambi, (KJ-News.com) – Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, menerima sejumlah keluhan dari Aparatur Sipil Negara (ASN) Pemerintah Kota Jambi terkait terganggunya layanan ATM dan mobile banking Bank 9 Jambi yang tidak dapat diakses dalam beberapa waktu terakhir, Rabu (04/03/2026).

Menanggapi hal tersebut, DPRD Kota Jambi mendesak manajemen Bank Jambi segera mengambil langkah konkret dan terukur untuk memulihkan layanan perbankan agar kembali normal.

“Kami meminta Bank Jambi segera melakukan langkah konkret untuk mengatasi gangguan layanan ini, sehingga aktivitas masyarakat, khususnya ASN, tidak terganggu,” ujar Kemas Faried.

Ia menekankan pentingnya koordinasi intensif antara Bank Jambi dengan regulator, termasuk Bank Indonesia, guna mempercepat pemulihan sistem layanan operasional, baik ATM maupun mobile banking.

Selain itu, DPRD juga meminta pihak bank untuk lebih transparan dalam menyampaikan informasi kepada publik terkait kondisi layanan yang sedang mengalami gangguan.

“Kami minta ada keterbukaan informasi kepada masyarakat, sehingga nasabah dapat memahami kondisi yang terjadi dan bisa mengantisipasi kebutuhan transaksi mereka,” tegasnya.

Untuk mengurai antrean di kantor cabang, Kemas juga mendorong Bank Jambi menerapkan strategi pelayanan tambahan, seperti sistem jemput bola ke organisasi perangkat daerah (OPD) atau penambahan teller di titik layanan tertentu.

“Langkah-langkah teknis seperti penambahan teller atau layanan jemput bola perlu dilakukan agar antrean tidak semakin panjang, terutama menjelang pencairan gaji ASN,” tambahnya.

Sebelumnya, DPRD Kota Jambi telah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama manajemen Bank Jambi dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Jambi pada 26 Februari 2026. RDP tersebut membahas polemik gangguan layanan yang diduga berkaitan dengan insiden siber, terutama pada fitur mobile banking yang sempat dinonaktifkan.

Dalam RDP itu, DPRD juga menegaskan agar sistem layanan Bank Jambi sudah kembali normal sebelum jadwal pencairan gaji ASN pada awal Maret.

Sementara itu, salah seorang ASN mengungkapkan bahwa gangguan layanan ini bukan pertama kali terjadi, dan telah berlangsung cukup lama sehingga menimbulkan ketidaknyamanan bagi nasabah.

Akibatnya, banyak nasabah tidak dapat melakukan transaksi seperti transfer, pembayaran, maupun aktivitas keuangan lainnya secara mandiri melalui ATM dan aplikasi mobile banking.

Kondisi ini memaksa nasabah datang langsung ke kantor bank, yang berdampak pada meningkatnya antrean serta mengganggu aktivitas kerja.

“Kami harus sering izin kerja hanya untuk antre di bank. Padahal seharusnya transaksi bisa dilakukan secara digital,” keluhnya.

ASN tersebut berharap Bank Jambi segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem layanan serta meningkatkan stabilitas operasional agar kejadian serupa tidak terulang.

Selain itu, nasabah juga menginginkan adanya pemberitahuan resmi dan transparan setiap kali terjadi gangguan layanan.

“Kami berharap pelayanan ke depan bisa lebih baik, stabil, dan tidak merugikan nasabah,” tutupnya.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: klikjambinew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA