Bukan karena Nasi, Ini 3 Kebiasaan yang Bikin Perut Warga Indonesia Buncit

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Jan 2026 12:39 133 Admin

KJ-News, Jakarta – Perut buncit masih menjadi keluhan banyak masyarakat Indonesia. Selain mengganggu penampilan dan menurunkan rasa percaya diri, kondisi ini juga berkaitan erat dengan berbagai risiko kesehatan, mulai dari gangguan metabolisme hingga penyakit kronis. Selama ini, konsumsi nasi kerap dituding sebagai penyebab utama. Namun, anggapan tersebut tidak sepenuhnya benar.

Faktanya, perut buncit lebih banyak dipicu oleh pola hidup dan kebiasaan harian yang kurang sehat, terutama yang dilakukan pada malam hari. Ahli nutrisi dari The Nutrition Twins, Tammy Lakatos Shames dan Lyssie Lakatos, mengungkapkan bahwa sejumlah kebiasaan sederhana justru berperan besar dalam penumpukan lemak di area perut.

Berikut tiga kebiasaan utama yang tanpa disadari kerap dilakukan masyarakat Indonesia:

1. Makan Terlalu Dekat dengan Waktu Tidur

Idealnya, makanan terakhir dikonsumsi setidaknya tiga jam sebelum tidur. Saat tidur, tubuh seharusnya fokus pada proses pemulihan dan perbaikan sel, bukan mencerna makanan.

Jika pencernaan masih berlangsung, kalori yang tidak terpakai akan disimpan sebagai lemak, terutama di area perut. Sejumlah studi juga menunjukkan bahwa makan larut malam dapat mengganggu ritme sirkadian, memicu ketidakseimbangan gula darah, serta mengacaukan metabolisme lemak.

2. Konsumsi Minuman Berkalori di Malam Hari, Termasuk Susu

Banyak orang terbiasa minum susu hangat sebelum tidur karena dianggap membantu relaksasi. Meski bermanfaat, susu tetap mengandung kalori yang cukup tinggi.

Jika dikonsumsi secara rutin tanpa diimbangi aktivitas fisik, asupan kalori tambahan ini dapat berkontribusi pada peningkatan lingkar pinggang dan penumpukan lemak perut.

3. Asupan Gula Berlebihan

Minuman manis kemasan masih menjadi bagian dari keseharian banyak orang. Padahal, satu sajian minuman manis bisa mengandung sekitar 25 gram gula atau bahkan lebih.

Asupan gula tinggi dengan nilai gizi yang minim membuat kalori berlebih mudah disimpan sebagai lemak tubuh, khususnya di area perut. Konsumsi gula berlebihan juga berkaitan dengan meningkatnya risiko resistensi insulin dan obesitas sentral.

Kesimpulan

Perut buncit bukan semata-mata disebabkan oleh nasi. Kebiasaan makan larut malam, konsumsi minuman berkalori sebelum tidur, serta asupan gula berlebihan justru menjadi faktor yang lebih dominan.

Mengurangi kebiasaan tersebut, disertai pola makan seimbang dan aktivitas fisik rutin, menjadi langkah awal yang efektif untuk menjaga lingkar perut tetap sehat dan menurunkan risiko penyakit metabolik di kemudian hari.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA