Menkomdigi Targetkan 10,8 Juta Rumah Nikmati Internet Murah dan Cepat pada 2030

waktu baca 2 menit
Senin, 26 Jan 2026 22:13 114 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – Pemerintah menargetkan sebanyak 10,8 juta rumah tangga di Indonesia dapat menikmati layanan internet murah, cepat, dan berkualitas pada tahun 2030. Program ini menjadi bagian dari upaya percepatan pemerataan akses digital nasional.

Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi) Meutya Hafid mengatakan, layanan internet murah tersebut akan memanfaatkan teknologi Akses Nirkabel Pitalebar (Broadband Wireless Access/BWA) pada pita frekuensi 1,4 GHz, yang saat ini telah memasuki tahap kesiapan operasional.

“Untuk internet murah berkualitas dengan frekuensi 1,4 GHz, proses persiapan sudah dilakukan dan saat ini siap dioperasikan secara bertahap, dengan komitmen melayani 10,8 juta rumah pada 2030,” ujar Meutya saat rapat kerja bersama Komisi I DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Senin (26/1/2026).

Untuk tahap awal, Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menargetkan 1,99 juta rumah tangga akan mulai menerima manfaat layanan internet murah tersebut pada 2026.

Dalam rapat kerja itu, Meutya juga memaparkan bahwa cakupan jaringan 4G saat ini telah menjangkau 98,95 persen populasi penduduk Indonesia. Sementara itu, jaringan 5G baru menjangkau sekitar 6,33 persen luas permukiman di Tanah Air.

Kemkomdigi menargetkan perluasan jaringan 5G hingga mencakup 8,5 persen luas permukiman, yang akan ditempuh melalui lelang spektrum frekuensi 700 MHz dan 2,6 GHz.

“Rencana lelang spektrum 5G kami harapkan dapat terealisasi sehingga pada 2026 jangkauan 5G bisa mencapai 8,5 persen luas permukiman,” kata Meutya.

Selain itu, pemerintah terus mendorong ketersediaan akses internet fixed broadband dengan kecepatan di atas 100 Mbps, terutama di wilayah pelosok yang belum terjangkau jaringan serat optik.

Kemkomdigi juga mengalokasikan spektrum baru serta menerapkan skema jaringan terbuka guna mendorong keterlibatan banyak pihak, sehingga layanan internet berkecepatan tinggi dapat dihadirkan dengan harga terjangkau.

Pemerintah mengandalkan teknologi nirkabel untuk menjangkau kawasan permukiman padat dan wilayah dengan keterbatasan infrastruktur fiber optik, termasuk gang-gang sempit di kawasan perkotaan.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: klikjambinew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA