Foto: Sejumlah pemain dan kru film “Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua” dalam konferensi pers gala premier di Jakarta, Selasa (27/1/2026) malam. Jakarta, KJ-News.com (07/02/2026) – Film anak “Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua” menghadirkan kisah persahabatan lintas budaya yang sarat pesan kepedulian terhadap alam dan masyarakat adat Papua. Film ini menegaskan pentingnya kesadaran manusia dalam menjaga relasi harmonis dengan alam, sekaligus menanamkan nilai keberanian dan empati sejak usia dini.
“Alam ini memberi kita banyak, tetapi manusia sering lupa membalasnya,” menjadi salah satu dialog kunci yang merepresentasikan pesan utama film garapan sutradara Anggi Frisca tersebut.
Film ini mengisahkan perjalanan Tegar (M Aldifi Tegarajasa), anak laki-laki asal Bandung, yang berlibur ke kampung halaman pengasuhnya, Teh Isy (Joan Wakum), di Papua. Keinginannya melihat keindahan burung Cendrawasih dan jejak cerita hutan yang pernah disampaikan mendiang kakeknya, membawa Tegar pada pertemuan dengan Maira (Elisabet Sisauta), gadis adat Papua berusia 12 tahun.
Pertemuan itu berkembang menjadi persahabatan yang mengubah cara pandang keduanya terhadap kehidupan, budaya, dan alam sekitar. Dari rasa kagum pada keindahan hutan Papua, mereka justru dihadapkan pada kenyataan pahit: hutan tempat Maira tinggal berada dalam ancaman serius.
Konflik memuncak ketika masyarakat adat di pedalaman Papua ditipu oleh pemilik perusahaan pembalakan dan tambang. Maira, satu-satunya anak di kampungnya yang bisa membaca dan menulis, berupaya menyelamatkan hutan bersama Tegar dan Teh Isy.
Pesona Alam dan Isu Lingkungan Dibungkus Ramah Anak
Film berdurasi lebih dari 90 menit ini menyuguhkan panorama alam Papua yang memukau, namun juga merefleksikan luka mendalam akibat deforestasi, konflik lahan, dan krisis iklim. Meski mengangkat isu serius, penyajiannya dikemas ringan melalui format film anak musikal-petualangan, sehingga ramah ditonton semua kalangan usia.
Produser film, dr. Chandra Sembiring, menilai film sebagai medium kampanye yang efektif dan berdaya ingat panjang.
“Setiap film adalah alat edukasi, alat kampanye, dan benih gerakan. Kami ingin membangun kesadaran lewat cerita,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengalaman panjang di wilayah konflik dan bencana membuatnya melihat masyarakat adat memiliki resiliensi kuat yang kerap terabaikan dalam narasi pembangunan modern.
Musik, Budaya, dan Suara Anak Papua
Keunikan film ini juga terletak pada pendekatan musikalnya. Dongeng, musik, dan lanskap alam dipadukan menjadi satu kesatuan narasi. Joan Wakum, penyanyi dan aktris asal Papua, tak hanya berperan sebagai Teh Isy, tetapi juga memimpin pengembangan musik film.
Komposisi orisinal yang dihadirkan memadukan ritme tradisional Papua dengan orkestrasi sinematik modern.
“Ini bukan sekadar film, tapi kebanggaan kami sebagai anak-anak Papua. Tradisi ini akan terus kami bawa,” tutur Joan.
Film ini tidak memosisikan anak-anak sebagai korban, melainkan sebagai subjek yang memiliki suara, keberanian, dan kemampuan untuk bertindak.
Jadwal Tayang
Film anak “Teman Tegar: Maira–Whisper from Papua” dijadwalkan tayang serentak di bioskop Indonesia mulai 5 Februari 2026.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar