Bappenas Arahkan Transformasi Belanja Negara ke Danantara dan Program MBG

waktu baca 2 menit
Kamis, 8 Jan 2026 18:04 44 Admin

 

KJN, Jakarta – Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) menegaskan transformasi belanja negara ke depan akan difokuskan pada program-program strategis yang memiliki daya ungkit tinggi, seperti Danantara dan Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

 

Deputi Bidang Perencanaan Makro Pembangunan PPN/Bappenas Eka Chandra Buana mengatakan, arah kebijakan tersebut bertujuan agar belanja fiskal tidak hanya bersifat konsumtif, tetapi mampu memberikan dampak ekonomi dan sosial yang terukur serta berkelanjutan.

 

“Transformasi belanja negara diarahkan kepada program dengan leverage effect tinggi seperti Danantara dan MBG, sehingga belanja fiskal mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus meningkatkan kesejahteraan sosial,” kata Eka dalam Diskusi Publik “Realokasi Anggaran untuk Pembangunan Strategis via Danantara & MBG” yang diselenggarakan Indef secara virtual di Jakarta, Kamis.

 

Ia menjelaskan, dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2025–2029, Danantara dan MBG ditetapkan sebagai program unggulan, khususnya dalam mendukung sektor pendidikan dan penguatan kualitas sumber daya manusia.

 

Sebagai instrumen pembiayaan strategis, Danantara berperan mendorong investasi pada sektor-sektor berkualitas dengan efek berganda yang tinggi, termasuk multiplier dan spillover effect. Melalui pendekatan investasi produktif, Danantara dinilai dapat melengkapi sekaligus memperkuat efektivitas kebijakan fiskal nasional.

 

Sementara itu, Program Makan Bergizi Gratis dipandang sebagai bentuk investasi jangka panjang dalam pembangunan sumber daya manusia lintas generasi. Program ini secara langsung berdampak pada peningkatan status gizi anak, meski manfaat ekonomi secara luas baru akan terasa dalam jangka menengah hingga panjang.

 

“Dampak ekonominya akan terlihat melalui peningkatan kemampuan belajar, produktivitas, serta pendapatan masyarakat sepanjang siklus hidup,” ujar Eka.

 

Karena itu, menurut dia, realokasi anggaran menjadi instrumen kebijakan yang sangat krusial. Optimalisasi Danantara dan MBG harus dilakukan secara berkelanjutan dan berbasis analisis lintas generasi.

 

Dalam konteks tersebut, Bappenas menilai penggunaan Overlapping Generation (OG) Model relevan untuk menganalisis dampak kebijakan realokasi anggaran, pembiayaan investasi, serta implikasi fiskal jangka panjang terhadap generasi produktif yang akan memasuki pasar kerja.

 

Model ini diharapkan dapat membantu pemerintah dalam merumuskan kebijakan pembangunan yang lebih efektif, berkelanjutan, dan berorientasi pada kesejahteraan generasi mendatang.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA