Ancaman Krisis Chip 2026, Warga Ramai-ramai Borong Komputer dan Laptop Sepanjang 2025

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Jan 2026 12:23 216 Admin

 

KJN, Jakarta – Kekhawatiran terhadap krisis chip memori global pada 2026 mendorong lonjakan pembelian komputer dan laptop sepanjang 2025. Masyarakat memilih mengamankan perangkat elektronik lebih awal, seiring prediksi kenaikan harga komputer, ponsel, hingga peralatan rumah tangga tahun depan.

 

Lonjakan permintaan chip memori dipicu pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI). Chip AI membutuhkan memori berperforma tinggi seperti High Bandwidth Memory (HBM), yang membuat produsen semikonduktor mengalihkan fokus produksi dari chip konvensional untuk perangkat elektronik konsumen.

 

Kondisi tersebut memicu kelangkaan chip memori di pasar, sekaligus menekan pabrikan perangkat elektronik. Produsen dihadapkan pada dua pilihan sulit, yakni menaikkan harga jual atau menahan harga dengan konsekuensi minimnya peningkatan spesifikasi pada produk terbaru.

 

Kekhawatiran krisis chip, ditambah potensi kebijakan tarif dari pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump, serta berakhirnya dukungan sistem operasi Windows 10, menjadi faktor pendorong kuat meningkatnya penjualan komputer global sepanjang 2025.

 

Berdasarkan laporan firma riset International Data Corporation (IDC), pengapalan PC global pada kuartal IV 2025 tumbuh 9,6% secara tahunan (year-on-year/YoY) menjadi 76,4 juta unit. Secara keseluruhan, pengapalan PC sepanjang 2025 meningkat 8,1% dibandingkan 2024, dengan total mencapai 284,7 juta unit.

 

Lenovo masih memimpin pasar PC global dengan pertumbuhan 14,5% YoY dan pangsa pasar 24,9% atau setara 70,8 juta unit. Di posisi kedua, HP mencatat pertumbuhan 8,4% YoY dengan pengapalan 57,5 juta unit dan pangsa pasar 20,2%.

 

Dell Technologies berada di peringkat ketiga dengan pertumbuhan 5,2% YoY, pangsa pasar 14,4%, dan total pengapalan 41,1 juta unit. Sementara itu, Apple dan Asus menempati posisi keempat dan kelima dengan pertumbuhan dua digit masing-masing 11,1% dan 13,4% YoY.

 

Meski pabrikan PC menikmati pertumbuhan signifikan sepanjang 2025, IDC memperingatkan pasar PC berpotensi menghadapi tekanan berat pada 2026 akibat krisis chip memori. Produsen diperkirakan akan menurunkan rata-rata spesifikasi memori serta menaikkan harga jual untuk menjaga ketersediaan komponen.

 

IDC menilai merek-merek besar seperti Lenovo, Apple, dan HP berada dalam posisi lebih aman berkat skala produksi dan alokasi memori yang lebih kuat. Sebaliknya, vendor kecil dan regional diprediksi akan kesulitan bertahan di tengah ketatnya persaingan dan kelangkaan pasokan.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA