Wali Kota Jambi Maulana Jadi Inspirasi di Dies Natalis ke-52 FKUB UB

waktu baca 3 menit
Rabu, 14 Jan 2026 16:25 55 Admin

 

KJN – Wali Kota Jambi Dr. dr. H. Maulana, M.K.M. tampil sebagai sosok inspiratif dalam Talkshow Puncak Dies Natalis ke-52 Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya (FKUB UB) yang digelar di Gedung Samantha Krida Universitas Brawijaya, Kota Malang, Minggu (11/1/2026).

 

Dokter sekaligus kepala daerah tersebut didapuk sebagai narasumber bersama dr. Gamal Albinsaid, M.Biomed. (Anggota DPR RI Komisi IX) dan Prof. dr. Mohammad Saifur Rohman, Sp.JP(K), Ph.D. (Wakil Dekan I FKUB), dalam diskusi bertema “Dari FKUB untuk Indonesia: Mendidik Generasi Tenaga Kesehatan Inovatif Menuju Indonesia Sehat.”

 

Talkshow ini mengangkat topik peran alumni FKUB dalam penguatan kebijakan, pendidikan, dan pelayanan kesehatan, sekaligus menjadi ruang refleksi atas kontribusi nyata civitas akademika dan alumni dalam pembangunan kesehatan nasional.

 

Sebagai alumni Fakultas Kedokteran Universitas Brawijaya angkatan 1994, kehadiran Maulana dinilai sebagai bentuk kontribusi nyata alumni dalam mendukung pengembangan institusi secara berkelanjutan, sekaligus menginspirasi mahasiswa untuk berkiprah lebih luas bagi bangsa dan negara.

 

Dalam pemaparannya, Maulana menekankan bahwa latar belakang sebagai dokter menjadi fondasi penting dalam merumuskan kebijakan publik, khususnya yang berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.

 

“Identitas kita sebagai dokter menjadi basis dalam mengambil kebijakan, terutama di bidang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, karena ilmu kesehatan memiliki pendekatan yang sangat holistik,” ungkap Maulana.

 

Ia juga menyoroti pentingnya pengalaman organisasi dan jiwa kepemimpinan sebagai bekal saat terjun langsung ke masyarakat.

 

“Selain praktik klinis, saya aktif dalam organisasi kemahasiswaan dan pernah menjadi ketua senat. Pengalaman ini menjadi bekal kepemimpinan yang pada akhirnya mengantarkan saya dipercaya masyarakat untuk memimpin daerah,” jelasnya.

 

Tak hanya itu, Maulana menyebut pemahaman entrepreneurship di bidang kesehatan turut membentuk cara pandangnya dalam membangun pelayanan kesehatan yang berkelanjutan.

 

“Pengalaman mengelola klinik dan rumah sakit memberi pelajaran penting tentang kewirausahaan di bidang kesehatan, yang kemudian mendorong kontribusi sosial lebih luas hingga akhirnya saya terjun ke dunia politik,” tambahnya.

 

Ia menegaskan bahwa lulusan kedokteran tidak terbatas pada profesi dokter, namun dapat berkiprah di berbagai bidang, termasuk kepemimpinan dan pengabdian masyarakat.

 

“Alumni kedokteran dituntut aktif berorganisasi dan berkontribusi di tengah masyarakat. Bekal inilah yang membawa saya hingga dipercaya menjadi kepala daerah,” pungkas Maulana.

 

Sementara itu, Dekan FKUB UB, Prof. Dr. dr. Wisnu Barlianto, M.Si.Med., Sp.A(K), menegaskan bahwa keterlibatan alumni merupakan elemen kunci dalam pengembangan institusi.

 

“Alumni bukan sekadar lulusan, tetapi mitra strategis yang membawa perspektif kebijakan dan praktik lapangan ke dalam dunia akademik. Melalui kolaborasi ini, FKUB diharapkan semakin berkontribusi bagi pendidikan dan kesehatan Indonesia,” ujarnya.

 

Menurutnya, kehadiran para alumni sebagai narasumber memberikan masukan konkret dalam merumuskan arah pengembangan FKUB ke depan, sekaligus memperkuat ikatan almamater sebagai fondasi integritas dan pengabdian publik.

 

Melalui peringatan Dies Natalis ke-52, FKUB UB menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan tenaga kesehatan yang inovatif, profesional, dan berintegritas, serta memperkuat kolaborasi dengan alumni dan pemangku kepentingan demi mewujudkan sistem kesehatan nasional yang tangguh.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA