Gus Ipul Tegaskan Seleksi Siswa Sekolah Rakyat Harus Tepat Sasaran dan Bebas Titipan

waktu baca 2 menit
Jumat, 16 Jan 2026 11:34 112 Admin

KJ-News, Jakarta – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) menegaskan pentingnya pengawasan ketat dalam proses seleksi siswa Sekolah Rakyat agar program tersebut benar-benar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak berhak.

Gus Ipul secara khusus meminta Wali Kota Palembang Ratu Dewa dan Bupati Bolaang Mongondow Yusra Alhabsyi untuk memastikan proses penerimaan peserta didik berjalan transparan, objektif, dan bebas dari praktik titipan.

Sekolah Rakyat merupakan program pengentasan kemiskinan melalui jalur pendidikan yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Oleh karena itu, Gus Ipul menegaskan bahwa siswa yang diterima harus berasal dari keluarga miskin dan miskin ekstrem.

“Ini saya titipkan betul kepada Pak Wali dan Pak Bupati. Jangan main-main, jangan sampai ada orang mampu masuk. Tidak boleh ada titipan,” tegas Gus Ipul dalam keterangan tertulis, Jumat (16/1/2026).

Menurutnya, tingginya minat masyarakat terhadap Sekolah Rakyat tidak terlepas dari kualitas pendidikan dan fasilitas yang disediakan. Seluruh kebutuhan siswa dipenuhi secara menyeluruh, mulai dari asrama, seragam, perlengkapan sekolah, hingga kebutuhan sehari-hari. Selain itu, tenaga pendidik yang mengajar juga memiliki kompetensi yang memadai.

Kondisi tersebut, lanjut Gus Ipul, berpotensi memicu upaya dari pihak-pihak yang tidak berhak untuk memasukkan anaknya ke Sekolah Rakyat. Untuk mencegah hal itu, ia menegaskan bahwa Sekolah Rakyat tidak membuka pendaftaran umum.

“Peserta didik yang diterima hanya berasal dari keluarga desil 1 dan 2 berdasarkan Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) yang telah melalui asesmen pendamping sosial, pemerintah daerah, serta Badan Pusat Statistik,” jelasnya.

Dalam pelaksanaannya, Sekolah Rakyat tidak hanya memberikan pendidikan akademik, tetapi juga pendidikan non-akademik secara seimbang. Gus Ipul menekankan pentingnya pemetaan bakat sejak dini agar potensi setiap anak dapat dikembangkan secara optimal.

“Kami percaya setiap anak memiliki kelebihan masing-masing. Karena itu dilakukan pemetaan bakat agar potensi mereka bisa tumbuh secara maksimal,” ujarnya.

Selain pendidikan formal, Sekolah Rakyat juga membekali siswa dengan berbagai kecakapan hidup. Gus Ipul berharap para lulusan mampu menjadi agen perubahan yang berkontribusi bagi lingkungan sosial sekaligus meningkatkan kesejahteraan keluarganya.

“Setelah lulus, anak-anak ini tidak boleh berhenti. Mereka harus diarahkan untuk melanjutkan pendidikan atau masuk dunia kerja agar benar-benar menjadi agen perubahan,” pungkas Gus Ipul.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA