Sering Konsumsi Mi Instan? Dokter Ingatkan Batas Aman dan Risiko Kesehatan Jangka Panjang

waktu baca 2 menit
Kamis, 1 Jan 2026 20:26 180 Admin

 

KJN, Jakarta – Mi instan dikenal sebagai makanan praktis dan terjangkau yang digemari banyak kalangan. Namun, para dokter mengingatkan bahwa konsumsi mi instan secara berlebihan, terutama jika dijadikan makanan utama harian, berpotensi menimbulkan berbagai risiko kesehatan dalam jangka panjang.

 

Dokter ortopedi asal Mumbai, India, Dr. Manan Vora, menegaskan bahwa mi instan tidak sepenuhnya harus dihindari. Namun, konsumsinya perlu dibatasi dan tidak dijadikan menu rutin setiap hari.

 

“Mengonsumsi mi instan sesekali tidak akan merusak kesehatan. Namun, jika dikonsumsi setiap hari dan menjadi andalan utama, dampaknya bisa dirasakan dalam jangka panjang,” ujar Dr. Vora, dikutip dari Hindustan Times, Kamis (1/1/2026).

 

Menurutnya, mi instan termasuk dalam kategori makanan ultra-proses yang mengandung sejumlah zat berisiko, salah satunya TBHQ, pengawet sintetis yang berpotensi memicu stres oksidatif apabila sering dikonsumsi. Selain itu, mi instan kemasan cup berbahan polistirena juga berisiko melepaskan mikroplastik ketika diseduh dengan air panas.

 

“Paparan zat-zat tersebut dapat memicu peradangan dan mengiritasi saluran pencernaan dalam jangka panjang,” jelasnya.

 

Dr. Vora juga menyoroti kandungan pewarna buatan, perisa sintetis, dan MSG yang membuat mi instan terasa sangat gurih, sehingga dapat memicu keinginan makan berlebihan dan pola konsumsi yang tidak sehat.

 

Sementara itu, dokter asal Surabaya dr. Sungadi Santoso, atau akrab disapa dr. Sung, menyampaikan bahwa mi instan yang terdaftar di BPOM pada dasarnya aman dikonsumsi selama dalam batas wajar. Namun, risiko kesehatan muncul apabila mi instan dikonsumsi setiap hari tanpa variasi makanan bergizi lainnya.

 

“Mi instan tinggi karbohidrat dan lemak, tetapi rendah protein, vitamin, dan mineral. Jika dijadikan menu utama, tubuh berisiko mengalami kekurangan gizi,” ungkap dr. Sung.

 

Ia juga mengingatkan bahwa kandungan garam yang tinggi dalam bumbu mi instan dapat meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, gangguan metabolik, serta masalah kesehatan lainnya apabila dikonsumsi secara terus-menerus.

 

Sebagai kesimpulan, para ahli menegaskan bahwa mi instan masih aman dikonsumsi sesekali, terutama sebagai pilihan darurat. Namun, menjadikannya makanan pokok harian tanpa diimbangi asupan gizi seimbang berpotensi menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan dalam jangka panjang.

 

Editor:  Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA