Kementan Pastikan Pasokan Pangan Aman dan Harga Stabil Sambut Tahun 2026

waktu baca 3 menit
Kamis, 1 Jan 2026 14:33 35 Admin

 

KJN, Jakarta– Kementerian Pertanian memastikan pasokan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan harga relatif stabil menjelang tahun 2026. Kondisi ini ditopang oleh produksi dalam negeri yang memadai, distribusi yang lancar, serta pengawasan pasar yang dilakukan secara intensif di seluruh wilayah Indonesia.

 

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengapresiasi para pedagang yang mematuhi ketentuan Harga Eceran Tertinggi (HET), sehingga stabilitas harga pangan tetap terjaga dan daya beli masyarakat terlindungi.

 

“Kepada saudara-saudara yang telah menjual komoditas pangan sesuai bahkan di bawah HET, kami sampaikan terima kasih,” ujar Mentan Amran dalam keterangannya di Jakarta, Kamis.

 

Meski demikian, Mentan menegaskan pemerintah tidak akan ragu mengambil tindakan tegas terhadap pihak-pihak yang terbukti melanggar aturan dan mencoba memainkan harga pangan di pasar.

 

Menurut Amran, kondisi stok pangan nasional saat ini sangat mencukupi, sehingga tidak terdapat alasan bagi terjadinya kenaikan harga, khususnya pada komoditas pangan pokok strategis seperti beras, minyak goreng, dan gula konsumsi.

 

Hingga akhir Desember 2025, stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog tercatat mencapai 3,39 juta ton.

 

“Saat ini beras dan minyak goreng tidak ada alasan untuk naik karena produksinya melimpah. Begitu juga dengan gula putih, di mana produksi dalam negeri terus meningkat. Jadi, tidak ada alasan harga naik,” tegas Amran.

 

Ia menambahkan, pemerintah terus mengawal stabilitas pasokan dan harga pangan melalui pemantauan rutin serta turun langsung ke lapangan untuk memastikan distribusi berjalan normal.

 

“Mudah-mudahan semua berjalan sesuai harapan dan tidak ada gangguan dalam beberapa hari ke depan,” ujarnya.

 

Sementara itu, berdasarkan Data Pusat Informasi Harga Pangan Strategis Nasional (PIHPS) yang dikelola Bank Indonesia, harga pangan rata-rata nasional di pasar tradisional pada Kamis pagi menunjukkan tren melandai. Kondisi ini mencerminkan mulai terjadinya penyesuaian pasar setelah meningkatnya konsumsi selama libur akhir tahun, meski beberapa komoditas masih bertahan di level relatif tinggi.

 

Harga beras kualitas bawah I tercatat di kisaran Rp14.700 per kilogram dan kualitas bawah II Rp15.350 per kilogram. Untuk beras kualitas medium I berada di kisaran Rp16.350 per kilogram dan medium II Rp16.000 per kilogram. Sementara beras kualitas super I tercatat Rp17.250 per kilogram dan super II Rp16.750 per kilogram.

 

Pada komoditas cabai, harga menunjukkan dinamika yang beragam. Cabai merah besar tercatat Rp52.200 per kilogram, cabai merah keriting Rp51.550 per kilogram, cabai rawit hijau Rp55.100 per kilogram, dan cabai rawit merah Rp69.850 per kilogram.

 

Untuk komoditas protein hewani, harga daging ayam ras segar berada di kisaran Rp44.400 per kilogram. Harga telur ayam ras tercatat Rp33.500 per kilogram, sementara harga daging sapi relatif stabil di kisaran Rp142.800 per kilogram untuk kualitas I dan Rp134.500 per kilogram untuk kualitas II.

 

Adapun harga gula pasir kualitas premium tercatat Rp20.550 per kilogram dan gula pasir lokal Rp18.200 per kilogram. Harga minyak goreng curah berada di level Rp19.450 per liter, sementara minyak goreng kemasan bermerek masing-masing di kisaran Rp22.700 dan Rp21.350 per liter.

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA