Makassar, (KJ-News.com) – Andi Amran Sulaiman memastikan stok beras nasional dalam kondisi aman dan stabil meski dunia tengah dilanda ketegangan geopolitik di kawasan Timur Tengah. Hingga awal April 2026, cadangan beras pemerintah tercatat mencapai 4,5 juta ton—angka tertinggi sepanjang sejarah Indonesia.
Dalam kunjungannya ke Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Mentan menegaskan bahwa lonjakan stok ini merupakan hasil nyata kebijakan strategis pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian nasional.
“Stok beras kita saat ini sekitar 4,5 juta ton. Ini tertinggi sepanjang sejarah republik ini. Jadi tidak perlu ada kekhawatiran terkait ketersediaan pangan,” tegasnya.
Cadangan beras tersebut dikelola oleh Perum Bulog sebagai bagian dari upaya menjaga stabilitas pangan nasional di tengah ketidakpastian global.
Peningkatan stok ini didorong oleh sejumlah kebijakan, seperti kenaikan Harga Pembelian Pemerintah (HPP) gabah menjadi Rp6.500 per kilogram, penurunan harga pupuk subsidi hingga 20 persen, serta penerapan pertanian modern berbasis teknologi.
Tak hanya itu, produksi beras nasional juga meningkat signifikan dalam waktu relatif singkat. Program prioritas pemerintah dinilai berhasil mendorong percepatan swasembada pangan hanya dalam kurun satu tahun.
Namun, melimpahnya stok juga memunculkan tantangan baru. Kapasitas gudang yang tersedia saat ini hanya mampu menampung sekitar 3 juta ton, sehingga pemerintah harus menyewa tambahan gudang hingga 2 juta ton untuk mengakomodasi kelebihan produksi.
“Gudang kita sudah penuh. Bahkan dalam 10 hingga 20 hari ke depan, stok bisa mencapai 5 juta ton. Ini pencapaian yang belum pernah terjadi sebelumnya,” ujarnya.
Di tingkat daerah, peningkatan stok juga terlihat signifikan. Di Sulawesi Selatan, misalnya, stok beras melonjak dari sekitar 300 ribu ton menjadi 761 ribu ton—lebih dari dua kali lipat.
Mentan juga memastikan bahwa kondisi ini telah diverifikasi langsung melalui pengecekan lapangan, termasuk distribusi dan kapasitas penyimpanan di berbagai wilayah.
Dengan tren peningkatan produksi yang terus berlanjut, pemerintah optimistis stok beras nasional dapat menembus 6 juta ton dalam dua bulan ke depan.
Selain itu, jika memperhitungkan cadangan di sektor horeka (hotel, restoran, dan kafe) serta potensi panen yang sedang berlangsung, maka ketahanan pangan Indonesia dipastikan aman hingga 11 bulan ke depan.
“Artinya, stok pangan untuk rakyat Indonesia aman dalam jangka panjang. Ini harus disampaikan kepada masyarakat agar tidak ada kekhawatiran,” pungkasnya.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: https://klikjambinew.com/
Tidak ada komentar