KJ-News.com, Jambi – Tidak terasa, lebih dari 20 hari bulan Rajab 1447 Hijriah telah membersamai umat Islam. Bulan mulia ini akan segera berakhir dan digantikan dengan bulan Syaban sebagai pengantar menuju Ramadhan.
Berdasarkan Kalender Hijriah Indonesia Tahun 2026 yang diterbitkan Kementerian Agama Republik Indonesia, bulan Rajab 1447 H berjumlah 30 hari. Rajab berakhir saat matahari terbenam pada Senin, 19 Januari 2026, dan pada waktu yang sama bulan Syaban resmi dimulai.
Menjelang berakhirnya Rajab, umat Islam dianjurkan untuk memperbanyak ibadah dan doa. Salah satu doa yang populer dibaca adalah doa memohon keberkahan di bulan Rajab dan Syaban serta dipertemukan dengan Ramadhan, berikut bacaannya:
اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ
Artinya: “Ya Allah, berkahilah kami di bulan Rajab dan Syaban, serta sampaikan kami ke bulan Ramadhan.”
Meski hadits doa ini dinilai lemah, para ulama membolehkan pengamalannya selama tidak diyakini sebagai hadits shahih dan diniatkan sebagai doa kebaikan.
Selain itu, terdapat dzikir yang dianjurkan untuk dibaca pada tanggal 21 hingga 30 Rajab, sebagaimana disadur dari laman Nahdlatul Ulama Jombang. Dzikir tersebut dibaca sebanyak 100 kali setiap hari, dengan bacaan:
سُبْحَانَ اللَّهِ الرَّؤُوفِ الرَّحِيمِ
Artinya: “Maha Suci Allah Yang Maha Lembut lagi Maha Penyayang.”
Umat Islam juga dianjurkan memperbanyak istighfar, salah satunya dengan membaca Sayyidul Istighfar, yang tidak dikhususkan pada Rajab saja, tetapi dibaca setiap pagi dan petang:
اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لَا إِلَهَ إِلَّا أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَىٰ عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ، فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لَا يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلَّا أَنْتَ
Memasuki bulan Syaban, umat Islam juga dianjurkan membaca doa awal bulan saat melihat hilal. Doa tersebut berbunyi:
اللَّهُ أَكْبَرُ، اللَّهُمَّ أَهِلَّهُ عَلَيْنَا بِالْأَمْنِ وَالْإِيمَانِ، وَالسَّلَامَةِ وَالْإِسْلَامِ، وَالتَّوْفِيقِ لِمَا تُحِبُّ وَتَرْضَىٰ، رَبُّنَا وَرَبُّكَ اللَّهُ
Sebagai catatan, doa awal bulan ini tidak hanya khusus untuk Syaban, melainkan dapat dibaca pada setiap pergantian bulan Hijriah.
Dengan berakhirnya Rajab dan masuknya Syaban, umat Islam diharapkan semakin mempersiapkan diri, baik secara spiritual maupun mental, untuk menyambut bulan suci Ramadhan.
Editor: Redaksi KJN
Tidak ada komentar