BNBR Bakrie Gelar Rights Issue 90 Miliar Saham untuk Lunasi Utang, Pemegang Saham Terancam Dilusi 33%

waktu baca 3 menit
Selasa, 20 Jan 2026 10:46 206 Admin

KJ-News.com, Jakarta – PT Bakrie & Brothers Tbk (BNBR) bersiap melakukan aksi korporasi besar dengan menerbitkan penambahan modal melalui Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue sebanyak 90 miliar saham baru. Langkah ini ditempuh perseroan untuk melunasi sebagian utang sekaligus memperkuat modal kerja perusahaan dan entitas anak usaha.

Dalam keterbukaan informasi yang disampaikan ke Bursa Efek Indonesia (BEI), manajemen BNBR menyebutkan saham yang akan diterbitkan merupakan saham seri E dengan nilai nominal Rp12 per saham. Rights issue ini akan dimintakan persetujuan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) yang dijadwalkan pada 27 Februari 2026.

Risiko Dilusi Hingga 33,33 Persen

Manajemen BNBR mengungkapkan, pemegang saham yang tidak menggunakan haknya dalam rights issue ini berpotensi mengalami dilusi kepemilikan hingga 33,33 persen. Oleh karena itu, perseroan mengimbau investor untuk mencermati rencana aksi korporasi tersebut.

Setelah memperoleh persetujuan RUPSLB, BNBR akan mengajukan pernyataan pendaftaran PMHMETD kepada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pelaksanaan rights issue baru dapat dilakukan setelah pernyataan pendaftaran dinyatakan efektif oleh OJK.

Mengacu pada Pasal 8 ayat (3) POJK Nomor 32 Tahun 2015, jangka waktu antara persetujuan RUPSLB dan efektifnya pernyataan pendaftaran tidak boleh melebihi 12 bulan.

Perbaiki Struktur Modal dan Rasio Keuangan

Manajemen BNBR optimistis, aksi rights issue ini akan memberikan dampak positif terhadap kinerja keuangan dan operasional perusahaan. Dana hasil rights issue diharapkan mampu memperbaiki struktur permodalan dengan menyeimbangkan komposisi antara ekuitas dan kewajiban.

“Dengan aksi ini, rasio keuangan perseroan akan menjadi lebih sehat karena struktur permodalan antara ekuitas dan liabilitas menjadi lebih seimbang,” ujar manajemen BNBR dalam keterbukaan informasi, Selasa (20/1/2026).

Selain itu, rasio total pinjaman terhadap total aset dan total ekuitas juga diproyeksikan mengalami penurunan, sehingga meningkatkan fleksibilitas keuangan perusahaan ke depan.

Pasca Kuasi Reorganisasi, BNBR Jajaki Bisnis Data Center

Sebelumnya, BNBR telah menuntaskan proses kuasi reorganisasi, yang hingga batas akhir sanggahan pada 21 Agustus 2024 tidak mendapatkan keberatan dari para kreditur.

Di luar rencana rights issue, BNBR juga tengah menjajaki bisnis pusat data (data center) melalui anak usahanya PT Multi Kontrol Nusantara (MKN). Perseroan berencana mengembangkan data center inner-city di atas lahan seluas 1,67 hektare yang berlokasi di Kalideres, Jakarta Barat.

Lahan tersebut diakuisisi MKN dari PT Pilar Agra Unggul (PAU) pada 20 September 2024, dengan nilai uang muka sebesar Rp152,4 miliar. Dalam perjanjian disebutkan, apabila proyek batal direalisasikan, PAU wajib mengembalikan dana tersebut tanpa potongan apa pun.

Sorotan Investor

Kombinasi antara rights issue jumbo dan rencana ekspansi ke bisnis data center membuat saham BNBR kembali menjadi perhatian investor pasar modal. Namun, potensi dilusi signifikan menjadi faktor penting yang perlu dipertimbangkan pemegang saham sebelum mengambil keputusan investasi.

 

 

Penulis: Ridho Saputra

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA