Ledakan Toko Kembang Api di China Tewaskan 12 Orang, Alarm Keselamatan Saat Perayaan Imlek

waktu baca 2 menit
Kamis, 19 Feb 2026 13:32 55 Admin

China, KJ-News.com (19/02/2026) – Insiden ledakan hebat terjadi di sebuah toko kembang api di Provinsi Hubei, China, yang menewaskan sedikitnya 12 orang dan memicu kekhawatiran serius terhadap standar keselamatan selama periode perayaan tahun baru tradisional.

Ledakan berlangsung di Kota Xiangyang pada Rabu sore waktu setempat. Tim penyelamat segera dikerahkan untuk memadamkan api serta mengevakuasi korban dari lokasi kejadian. Proses penanganan darurat berlangsung intensif mengingat besarnya daya ledak yang merusak bangunan di sekitar area toko.

Laporan awal yang disampaikan kantor berita resmi Xinhua menyebutkan bahwa penyebab pasti ledakan masih dalam tahap penyelidikan. Otoritas setempat masih mengumpulkan bukti forensik dan memeriksa kemungkinan adanya pelanggaran prosedur penyimpanan bahan peledak.

Peristiwa ini menjadi kecelakaan kedua dalam waktu berdekatan. Sebelumnya, insiden serupa terjadi di Provinsi Jiangsu yang menewaskan delapan orang serta melukai beberapa lainnya. Rangkaian kejadian tersebut memperlihatkan tingginya risiko penggunaan dan distribusi kembang api saat aktivitas masyarakat meningkat tajam.

Pemerintah melalui Kementerian Manajemen Darurat China telah mengingatkan bahwa kembang api menjadi salah satu sumber bahaya terbesar selama musim perayaan. Lonjakan permintaan, distribusi besar-besaran, serta penggunaan yang tidak terkendali meningkatkan potensi kecelakaan, terutama di area permukiman dan pusat penjualan.

Kembang api sendiri merupakan bagian dari tradisi budaya yang telah berlangsung lama. Namun, di tengah kemeriahan perayaan, aspek keselamatan kembali menjadi sorotan, khususnya terkait penyimpanan bahan mudah meledak, standar operasional penjualan, dan pengawasan distribusi.

Insiden ini mendorong evaluasi lebih ketat terhadap regulasi keselamatan publik guna mencegah tragedi serupa terulang, sekaligus menyeimbangkan antara pelestarian tradisi dan perlindungan masyarakat.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: klikjambinew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA