Gunung Semeru Erupsi Pagi Ini, Awan Panas Meluncur Hingga 6 Km ke Arah Besuk Kobokan

waktu baca 2 menit
Sabtu, 14 Feb 2026 10:43 86 Admin

Jawa Timur, KJ-News.com – Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, kembali mengalami erupsi pada Sabtu pagi dengan meluncurkan awan panas guguran sejauh enam kilometer dari puncak kawah.

Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis menyebutkan erupsi terjadi pada pukul 05.54 WIB dengan arah luncuran menuju sektor tenggara, tepatnya sepanjang aliran Besuk Kobokan.

“Erupsi berupa awan panas guguran dengan jarak luncur enam kilometer mengarah ke sektor tenggara. Sebaran abu teramati condong ke timur laut hingga utara,” ujarnya.

Kolom letusan terpantau setinggi sekitar 2.000 meter di atas puncak atau mencapai 5.676 meter di atas permukaan laut. Abu vulkanik berwarna kelabu dengan intensitas tebal teramati bergerak ke arah utara dan timur laut.

Aktivitas tersebut terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 25 mm dan durasi 238 detik.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali mengalami erupsi susulan pada pukul 07.25 WIB dengan tinggi kolom letusan sekitar 1.500 meter di atas puncak. Letusan kedua juga disertai abu tebal yang mengarah ke utara dan timur laut serta terekam dengan amplitudo maksimum 20 mm dan durasi 275 detik.

Berdasarkan pemantauan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), status aktivitas Gunung Semeru saat ini masih berada pada Level III atau Siaga.

PVMBG merekomendasikan masyarakat tidak melakukan aktivitas apa pun di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan hingga jarak 13 kilometer dari puncak sebagai pusat erupsi.

Selain itu, warga juga diminta tidak beraktivitas dalam radius 500 meter dari tepi sungai di sepanjang aliran Besuk Kobokan karena berpotensi terdampak perluasan awan panas maupun aliran lahar hingga jarak 17 kilometer dari puncak.

“Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius lima kilometer dari kawah karena rawan terhadap bahaya lontaran material pijar,” kata Sigit.

Warga di sekitar kawasan aliran sungai yang berhulu di puncak Semeru diimbau meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi awan panas, guguran lava, dan lahar, terutama di sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat.

Aktivitas vulkanik yang masih fluktuatif menjadikan pemantauan intensif terus dilakukan guna memastikan keselamatan masyarakat serta meminimalkan risiko bencana.

 

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: klikjambinew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA