KJ-News.com, Jakarta/Sulawesi Selatan – Kecelakaan udara yang menimpa pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, perbatasan Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan (Pangkep), Sulawesi Selatan, masih menjadi sorotan publik. Hingga kini, penyebab pasti kecelakaan belum ditetapkan, sementara proses pencarian, evakuasi, dan investigasi terus berlangsung.
Kementerian Perhubungan (Kemenhub) memastikan seluruh awak pesawat dalam kondisi sehat dan laik terbang sebelum penerbangan dilakukan.
Kronologi Kejadian dari Awal hingga Update Terkini
1. Persiapan dan Keberangkatan Pesawat
Pesawat ATR 42-500 milik Indonesia Air Transport (IAT) menjalani seluruh prosedur keberangkatan sesuai standar keselamatan penerbangan. Pemeriksaan keamanan, teknis, dan administratif dilakukan sesuai ketentuan bandara dan regulasi penerbangan sipil.
Direktorat Jenderal Perhubungan Udara Kemenhub menyatakan seluruh awak pesawat telah menjalani Medical Examination (MEDEX) dan dinyatakan fit sesuai Civil Aviation Safety Regulations (CASR) Part 67.
“Berdasarkan data MEDEX terakhir, seluruh awak pesawat dinyatakan fit dan memenuhi standar kesehatan penerbangan,” ujar Dirjen Perhubungan Udara Kemenhub, Lukman F Laisa, Senin (19/1/2026).
2. Kontak Terakhir dan Hilangnya Pesawat
Dalam perjalanan, pesawat dilaporkan kehilangan kontak. Prosedur darurat kemudian dijalankan, dan Basarnas bersama unsur TNI, Polri, serta instansi terkait langsung melakukan operasi pencarian.
3. Lokasi Pesawat Ditemukan
Tim SAR gabungan akhirnya menemukan serpihan pesawat ATR 42-500 di kawasan Gunung Bulusaraung, wilayah dengan medan ekstrem dan cuaca yang kerap berubah. Lokasi yang sulit dijangkau membuat proses evakuasi berjalan bertahap.
4. Proses SAR dan Evakuasi
Evakuasi korban dilakukan dengan teknik khusus, termasuk hoist menggunakan helikopter Caracal TNI AU, mengingat kondisi geografis yang curam dan tertutup hutan lebat. Cuaca buruk menjadi salah satu kendala utama dalam operasi SAR.
5. Kondisi Awak dan Penumpang
Pesawat tercatat membawa 10 orang (Persons on Board/POB), terdiri dari 7 awak pesawat dan 3 penumpang. Seluruh awak memiliki sertifikat kesehatan yang masih berlaku saat kejadian.
Rincian awak dan penumpang:
Awak Pesawat:
Capt. Andy Dahananto
FO/SIC M. Farhan Gunawan
FOO Hariadi
EOB Restu Adi P
EOB Dwi Murdiono
FA Florencia Lolita
FA Esther Aprilita S
Penumpang:
Deden
Ferry
Yoga

6. Investigasi KNKT Masih Berjalan
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) menegaskan bahwa penyebab kecelakaan belum dapat disimpulkan. Isu kerusakan Emergency Locator Transmitter (ELT) yang sempat beredar telah dibantah.
KNKT kini fokus mengumpulkan data, termasuk upaya menemukan black box yang berada di bagian ekor pesawat, sebagai kunci untuk mengungkap faktor penyebab kecelakaan.
Pernyataan Resmi Kemenhub
Kemenhub menegaskan tidak ada catatan medis yang menunjukkan awak pesawat dalam kondisi tidak laik terbang saat menjalankan tugas.
“Dengan demikian, tidak terdapat catatan medis yang menunjukkan awak pesawat tidak laik secara kesehatan pada saat bertugas,” tegas Lukman.
Kesimpulan Sementara
Hingga update terkini:
Awak pesawat dinyatakan sehat dan laik terbang
Prosedur keberangkatan dipastikan sesuai standar
Penyebab kecelakaan belum ditetapkan
Proses SAR dan investigasi KNKT masih berlangsung
Pemerintah meminta masyarakat menunggu hasil resmi investigasi dan tidak berspekulasi sebelum ada kesimpulan final.
Editor: Redaksi KJN
Tidak ada komentar