Jambi, (KJ-News.com) – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Provinsi Jambi kembali menggelar tes fisik tahap II bagi para atlet yang dipersiapkan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri ke-III tahun 2026. Rabu (08/04/2026).
Tes fisik tersebut dijadwalkan berlangsung pada Sabtu, 11 April 2026, di Stadion KONI Provinsi Jambi dan akan diikuti oleh atlet dari enam cabang olahraga (cabor) unggulan.
Sekretaris Umum KONI Provinsi Jambi, Muhammad Ali, menjelaskan bahwa pada tahap kedua ini, pelaksanaan hanya difokuskan pada tes fisik tanpa disertai pemeriksaan kesehatan seperti pada tahap pertama.
“Tes tahap II ini murni tes fisik. Seluruh atlet dari enam cabang olahraga yang akan mewakili Jambi diwajibkan hadir sesuai jadwal yang telah ditentukan,” ujarnya, Rabu.
Adapun enam cabang olahraga yang dipersiapkan meliputi kickboxing, IBCA MMA, kurash, tinju, muaythai, dan anggar.
Muhammad Ali menambahkan, untuk tes kesehatan lanjutan akan dilaksanakan setelah jadwal resmi pelaksanaan PON Bela Diri 2026 ditetapkan secara rinci oleh KONI Pusat.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum VIII KONI Provinsi Jambi, Aswan Hidayat, mengungkapkan bahwa KONI Pusat telah menetapkan secara resmi cabang olahraga yang akan dipertandingkan pada ajang PON Bela Diri 2026 di Sulawesi Utara.
Penetapan tersebut tertuang dalam Surat Keputusan Ketua Umum KONI Pusat Nomor 41 Tahun 2026 tertanggal 31 Maret 2026. Dalam keputusan itu, terdapat delapan cabang olahraga bela diri yang akan dipertandingkan, yakni anggar, hapkido, IBCA MMA, kickboxing, kurash, muaythai, tinju, dan yongmoodo, dengan total 139 nomor pertandingan.
Dengan telah ditetapkannya cabang olahraga dan nomor pertandingan, KONI daerah termasuk Jambi kini dapat lebih fokus dalam melakukan pembinaan dan seleksi atlet secara intensif.
“Aswan menegaskan, kami tidak ingin hanya menjadi peserta. Target kami adalah mampu bersaing dan meraih prestasi,” tegasnya.
PON Bela Diri ke-III tahun 2026 dijadwalkan berlangsung pada awal Oktober 2026 di Provinsi Sulawesi Utara. Selain itu, aturan usia atlet serta ketentuan teknis pertandingan juga telah ditetapkan sebagai pedoman bagi seluruh provinsi.
Meski persaingan dipastikan berlangsung ketat, Aswan optimistis peluang Jambi tetap terbuka, khususnya pada cabang olahraga unggulan seperti tinju dan muaythai.
“Kita optimistis, selama pembinaan berjalan konsisten dan atlet dipersiapkan secara maksimal, peluang untuk meraih prestasi tetap terbuka,” pungkasnya.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: https://klikjambinew.com/
Tidak ada komentar