DNA Manchester United Bangkit, Era Michael Carrick Bawa Setan Merah Kembali Ditakuti

waktu baca 3 menit
Selasa, 27 Jan 2026 09:08 144 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – Setelah lebih dari satu dekade terjebak dalam ketidakpastian, Manchester United akhirnya menunjukkan tanda kebangkitan identitas aslinya. Di bawah kendali pelatih interim Michael Carrick, DNA permainan khas Setan Merah era Sir Alex Ferguson kembali terlihat: agresif, percaya diri, dan bermental juara.

Perjalanan ini tidak singkat. Butuh 13 tahun sejak pensiunnya Sir Alex Ferguson, 10 kali pergantian pelatih, serta enam pemecatan, sebelum publik Old Trafford kembali menyaksikan Manchester United bermain dengan karakter yang pernah mendominasi Inggris dan Eropa pada era 1990-an hingga 2000-an.

Musim Liga Inggris 2024/2025 menjadi titik terendah klub, ketika United finis di peringkat ke-15, hanya tiga strip di atas zona degradasi—hasil terburuk sejak 1974. Namun, situasi berbalik drastis pada musim berjalan. Dengan 15 pertandingan tersisa, Manchester United kini menembus empat besar klasemen sementara Premier League 2025/2026, mengoleksi 38 poin dan berada di zona Liga Champions.

Yang membuat pencapaian ini terasa istimewa, United meraihnya dengan menaklukkan dua kandidat kuat juara: Manchester City dan Arsenal.

Kemenangan 2-0 atas Manchester City di Old Trafford menjadi pernyataan tegas. Sebelum laga itu, City tidak terkalahkan dalam 13 pertandingan di semua kompetisi. Sementara Arsenal, yang ditundukkan United dengan skor 3-2, sebelumnya tak pernah kalah di Emirates Stadium sepanjang musim 2025/2026.

Lebih dari itu, Arsenal datang dengan status pemuncak klasemen Liga Champions, menyapu bersih tujuh kemenangan dari tujuh laga. Kekalahan dari United menjadi anomali langka bagi skuad asuhan Mikel Arteta.

Catatan menarik lainnya, Arsenal era Arteta hampir tak pernah kalah saat mampu mencetak dua gol dalam satu pertandingan. Pengecualian hanya terjadi dua kali—dan keduanya melawan Manchester United, termasuk duel Januari 2026 saat Michael Carrick berdiri di sisi lapangan sebagai manajer interim.

“Pertandingan seperti ini adalah laga yang kami impikan. Saat saya datang ke Manchester United, inilah tim yang dulu saya tonton di televisi,” ujar Matheus Cunha, pencetak gol penentu kemenangan atas Arsenal.

Cunha, yang sejak kecil mengidolakan Manchester United, menyebut atmosfer dan mentalitas tim saat ini mengingatkannya pada era kejayaan Sir Alex Ferguson.

Apresiasi juga datang dari legenda klub. Peter Schmeichel, mantan penjaga gawang ikonik Setan Merah, menyebut kebangkitan ini sebagai sesuatu yang telah lama dinantikan.

“Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, menonton Manchester United benar-benar menyenangkan. Terima kasih, Carrick,” ujar Schmeichel.

Hasil-hasil impresif ini memperkuat keyakinan bahwa Manchester United tidak hanya sedang menang, tetapi sedang menemukan kembali jati dirinya. Di tengah ketatnya persaingan Liga Inggris, DNA Setan Merah yang sempat memudar kini mulai bersemi kembali di bawah tangan dingin Michael Carrick.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: klikjambinew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA