Gubernur Jambi Al Haris Turun Tangan Sikapi Kasus Guru SMK Dikeroyok Siswa di Tanjabtim

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Jan 2026 00:48 58 Admin

KJ-News, Jambi – Kasus pengeroyokan terhadap seorang guru oleh sejumlah siswa di SMKN 3 Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, terus menjadi sorotan publik. Insiden yang sempat terekam dan viral di media sosial itu kini mendapat perhatian langsung dari Gubernur Jambi Al Haris.

Gubernur Al Haris menegaskan akan menurunkan tim bidang Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) dari Dinas Pendidikan Provinsi Jambi untuk mendalami konflik antara oknum guru dan para siswa tersebut.

“Untuk persoalan ini, tim dari Dinas Pendidikan akan turun langsung ke lokasi. Kita akan lihat bagaimana hasilnya nanti. Yang jelas, kejadian yang ramai diberitakan ini sangat mencoreng dunia pendidikan,” ujar Al Haris, Kamis (15/1/2026).

Menurut Al Haris, kekerasan dalam bentuk apa pun tidak dapat dibenarkan, terlebih jika terjadi di lingkungan sekolah yang seharusnya menjadi ruang aman dan edukatif bagi semua pihak.

“Kita ingin dunia pendidikan tetap utuh dan bersih dari tindakan yang mencoreng nilai-nilai pendidikan. Peristiwa ini tentu tidak baik dan tidak boleh terulang di sekolah mana pun di Jambi,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa saat ini persoalan tersebut tengah ditangani melalui rapat mediasi yang melibatkan orang tua siswa, pihak sekolah, camat, serta aparat kepolisian setempat.

“Rapat mediasi sudah dilakukan hari ini. Saya berharap masalah ini tidak melebar dan bisa diselesaikan dengan baik,” kata Al Haris.

Gubernur Jambi juga menegaskan bahwa sanksi akan diberikan apabila guru terbukti bersalah, namun ia mengingatkan bahwa siswa juga tidak dibenarkan melakukan tindakan main hakim sendiri terhadap guru.

“Kalau gurunya terbukti salah, tentu akan kita beri sanksi sesuai aturan. Namun, siswa juga tidak boleh menghakimi guru dengan cara kekerasan. Itu sangat memalukan dan mencoreng dunia pendidikan,” ujarnya.

Lebih lanjut, Al Haris mendorong agar penyelesaian kasus ini ditempuh secara adil, proporsional, dan mengedepankan pendekatan kekeluargaan, dengan tetap memperhatikan aspek pembinaan bagi siswa maupun guru.

“Kita minta Dinas Pendidikan segera menyelesaikan masalah ini, baik terhadap siswa maupun guru. Ini harus menjadi pelajaran bersama agar nilai disiplin, etika, dan saling menghormati kembali dijaga di lingkungan sekolah,” pungkasnya.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA