Warga RT 20 Kenali Besar Diajak Sukseskan Program Kampung Bahagia, Rembuk Lingkungan Disertai Doorprize untuk Tingkatkan Partisipasi

waktu baca 2 menit
Senin, 16 Feb 2026 19:09 202 Admin

Jambi, KJ-News.com (16/02/2026) – Ketua RT 20 Reza Pahlepi mengajak seluruh warga berpartisipasi aktif dalam kegiatan sosialisasi dan rembuk warga Program Kampung Bahagia sebagai upaya mendorong pembangunan berbasis masyarakat di tingkat lingkungan.

Kegiatan yang akan digelar Senin malam (16/02/2026) pukul 20.00 WIB di Masjid Kamila ini merupakan tindak lanjut Peraturan Wali Kota Jambi Nomor 18 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Pelaksanaan Kampung Bahagia, di mana RT 20 ditetapkan sebagai lokasi pelaksanaan periode pertama.

Menurut Reza, keterlibatan warga menjadi kunci keberhasilan program karena masyarakat tidak hanya sebagai penerima manfaat, tetapi juga sebagai perencana dan pelaksana pembangunan di lingkungannya.

“Kami mengajak seluruh warga, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan pemuda untuk hadir serta memberikan ide dan masukan. Partisipasi aktif sangat dibutuhkan agar program benar-benar sesuai kebutuhan lingkungan,” katanya.

Agenda kegiatan meliputi sosialisasi program, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Bahagia, serta pemetaan swadaya masyarakat guna menentukan prioritas pembangunan secara kolaboratif dan berkelanjutan.

Rembuk warga yang dilaksanakan di Kelurahan Kenali Besar, Kecamatan Alam Barajo itu juga dikemas secara menarik dengan menyiapkan 20 doorprize hiburan dan satu doorprize utama sebagai bentuk apresiasi kepada warga yang hadir dan terlibat aktif dalam musyawarah.

Kegiatan tersebut dijadwalkan turut dihadiri unsur pemerintah wilayah setempat, termasuk camat, lurah, serta pendamping Program Kampung Bahagia untuk memberikan arahan teknis dan memastikan pelaksanaan program berjalan selaras dengan kebijakan pemerintah daerah.

Program Kampung Bahagia sendiri diharapkan dapat mendukung realisasi visi dan misi Wali Kota Jambi Maulana bersama Wakil Wali Kota Diza dalam membangun kota yang menitikberatkan pada pemberdayaan masyarakat, penguatan nilai gotong royong, serta peningkatan kualitas hidup warga hingga tingkat rukun tetangga.

Melalui pendekatan partisipatif ini, pemerintah mendorong masyarakat menjadi subjek pembangunan dengan menumbuhkan kesadaran kolektif, kemandirian, dan kepedulian sosial untuk menciptakan lingkungan yang tertata, harmonis, dan berdaya. (*)

 

 

Editor: Redaksi KJ-News.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA