Jakarta, KJ-News.com – Permintaan mobil bekas jenis multi purpose vehicle (MPV) di pasar domestik masih menunjukkan tren positif. Salah satu model yang paling diminati konsumen adalah Toyota Avanza produksi tahun 2018–2019, yang dinilai memiliki keseimbangan antara usia kendaraan, daya tahan mesin, dan harga yang relatif terjangkau.
Pedagang mobil bekas di kawasan WTC Mangga Dua menyebutkan konsumen cenderung mencari Avanza generasi tersebut karena masih tergolong “muda” namun telah teruji dari sisi performa dan biaya perawatan.
Salah seorang tenaga penjual, Amira, mengatakan model keluaran 2018 menjadi salah satu unit yang paling sering ditanyakan pembeli.
“Permintaan Avanza 2018 cukup tinggi. Untuk keluaran yang lebih lama juga masih dicari, tetapi unitnya sudah mulai langka karena tidak banyak pemilik yang menjual,” ujarnya di Jakarta, Sabtu.
Harga Stabil, Menyasar Segmen Keluarga dan Pengguna Harian
Di pasar mobil bekas, Avanza varian tertinggi seperti Veloz dibanderol sekitar Rp180 juta, sedangkan varian 1.3 G berada di kisaran Rp140 juta. Untuk produksi lebih lama, yakni tahun 2013–2016, harga masih bergerak antara Rp120 juta hingga Rp150 juta, tergantung kondisi kendaraan dan riwayat pemakaian.
Pedagang menilai kisaran harga tersebut masih kompetitif bagi masyarakat yang membutuhkan kendaraan keluarga dengan biaya kepemilikan lebih rendah dibanding mobil baru.
Transmisi Otomatis Semakin Dominan
Selain faktor harga, perubahan preferensi konsumen juga terlihat dari meningkatnya permintaan terhadap unit bertransmisi otomatis. Banyak dealer kini lebih fokus menyediakan varian matik karena dianggap lebih praktis untuk penggunaan di perkotaan.
“Sekarang pasar lebih banyak mencari yang matik, sedangkan manual mulai berkurang peminatnya,” kata Amira.
Faktor Penggerak Roda Belakang Jadi Alasan Utama
Pedagang lainnya, Jemy, menambahkan bahwa Avanza generasi lama masih diminati karena menggunakan sistem penggerak roda belakang (rear wheel drive/RWD) yang dianggap lebih tangguh di tanjakan dan membawa beban berat.
Menurut dia, karakter tersebut menjadi pertimbangan konsumen di daerah dengan kontur jalan menanjak maupun penggunaan operasional harian yang intensif.
“Model lama yang masih penggerak roda belakang banyak dicari karena dinilai lebih kuat dan durabilitasnya sudah terbukti,” ujarnya.
Stok Unit Lama Mulai Terbatas
Meskipun permintaan tinggi, ketersediaan unit produksi di bawah tahun 2016 semakin terbatas. Banyak pemilik memilih mempertahankan kendaraan karena masih layak pakai, sehingga suplai di pasar tidak sebanyak sebelumnya.
Kondisi ini membuat model tahun 2018 berada di posisi “tengah” — tidak terlalu tua, namun juga tidak semahal generasi terbaru — sehingga menjadi pilihan rasional bagi konsumen.
Pasar Mobil Bekas Tetap Prospektif
Pelaku usaha menilai tren ini menunjukkan pasar mobil bekas nasional masih memiliki prospek yang kuat, terutama untuk kendaraan dengan reputasi keandalan tinggi, biaya perawatan terjangkau, serta nilai jual kembali yang stabil.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar