Prabowo Promosikan Danantara Indonesia di WEF 2026, Kelola Aset Rp16.000 Triliun

waktu baca 2 menit
Kamis, 22 Jan 2026 22:02 159 Admin

KJ-News.com, Swiss – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto membanggakan peran strategis Badan Pelaksana Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara Indonesia) sebagai motor investasi nasional dalam pidato kunci (keynote speech) pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/1/2026).

Dalam forum ekonomi global tersebut, Prabowo menegaskan bahwa Danantara Indonesia merupakan sovereign wealth fund (SWF) Indonesia dengan aset kelolaan mencapai 1 triliun dolar AS atau setara lebih dari Rp16.000 triliun, yang menjadikan Indonesia mitra investasi setara di tingkat global.

“Dengan Danantara Indonesia, saya dapat berdiri di hadapan Anda sebagai mitra yang setara. Indonesia bukan hanya negara yang damai dan stabil, tetapi juga tanah dengan peluang besar,” ujar Prabowo di hadapan para pemimpin dunia dan pelaku usaha internasional.

Prabowo menjelaskan, Danantara Indonesia resmi diluncurkan pada 25 Februari 2025. Nama Danantara bermakna energi dan kekuatan masa depan Indonesia, yang mencerminkan visi pemerintah dalam membangun fondasi ekonomi jangka panjang.

Ia optimistis, keberadaan Danantara akan menjadi pendorong utama pertumbuhan ekonomi nasional yang signifikan.

“Saya yakin pertumbuhan ekonomi Indonesia akan sangat besar dan mungkin akan mengejutkan banyak pihak di dunia,” tegas Ketua Umum Partai Gerindra tersebut.

Lebih lanjut, Prabowo menyampaikan bahwa Danantara Indonesia dibentuk untuk membiayai bersama industri-industri masa depan, sejalan dengan agenda besar pemerintah dalam mendorong industrialisasi bernilai tambah.

“Kami bertekad melakukan industrialisasi secara signifikan. Industri masa depan harus dikelola dengan baik, bijaksana, dan berstandar internasional,” katanya.

Saat ini, Danantara Indonesia mengelola 1.044 perusahaan milik negara (BUMN). Namun, Prabowo menegaskan akan dilakukan rasionalisasi agar jumlah tersebut menjadi sekitar 300 perusahaan demi meningkatkan efisiensi dan tata kelola.

“Kami akan menghilangkan inefisiensi. Kami menginginkan pemerintahan terbaik dan manajemen terbaik dengan standar internasional,” ujar Prabowo.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari strategi pemerintah untuk memperkuat daya saing ekonomi Indonesia, meningkatkan kepercayaan investor global, serta mempercepat transformasi ekonomi menuju sektor-sektor strategis masa depan.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: KlikJambiNew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA