Jambi, (KJ-News.com) – Pemerintah terus mendorong percepatan pembangunan infrastruktur strategis dengan melanjutkan proyek Jalan Tol Jambi–Rengat, Riau, yang direncanakan memiliki panjang 198,13 kilometer dan masuk dalam program pembangunan Jalan Tol Trans Sumatera (JTTS) Tahap II. Proyek ini dinilai krusial dalam memperkuat konektivitas antarwilayah serta mendorong pertumbuhan ekonomi di Pulau Sumatera.
Executive Vice President (EVP) Sekretaris Perusahaan PT Hutama Karya (Persero), Mardiansyah, mengatakan ruas tol Jambi–Rengat menjadi bagian penting dalam memperkuat keterhubungan Provinsi Jambi dengan Riau, sekaligus memperlancar mobilitas orang dan distribusi barang antardaerah.
“Ruas tol Jambi–Rengat dinilai strategis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui percepatan pembangunan JTTS Tahap II, khususnya dalam memperkuat konektivitas dan efisiensi logistik,” ujar Mardiansyah dalam keterangan resminya, Jumat.
Pada koridor ini, Hutama Karya saat ini tengah menggarap Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi sepanjang 170,70 kilometer serta merencanakan pembangunan lanjutan hingga Rengat. Kehadiran tol ini diharapkan mampu memperkuat hubungan ekonomi antarprovinsi, khususnya Jambi, Sumatera Selatan, dan Riau.
Sejumlah segmen pada Ruas Tol Betung–Tempino–Jambi telah beroperasi, di antaranya Segmen Bayung Lencir–Tempino sepanjang 34,10 kilometer dan Segmen Tempino–Ness sepanjang 18,49 kilometer, yang hingga kini masih melayani pengguna jalan tanpa tarif.
Sementara itu, pekerjaan konstruksi masih berlangsung di beberapa titik dengan total panjang mencapai 118,14 kilometer. Rinciannya, Seksi 1 Betung–Tungkal Jaya sepanjang 62,38 kilometer dan Seksi 2 Tungkal Jaya–Bayung Lencir sepanjang 55,76 kilometer.
Berdasarkan data progres terbaru, Seksi 1A mencatat pembebasan lahan mencapai 48,32 persen dan progres konstruksi 57,64 persen dengan target penyelesaian Kuartal I 2027. Seksi 1B mencatat pembebasan lahan 41,14 persen dan progres konstruksi 13,39 persen dengan target penyelesaian Kuartal I 2027.
Untuk Seksi 2, progres pembebasan lahan Seksi 2A mencapai 28,45 persen dengan progres konstruksi 22,03 persen dan target rampung Kuartal IV 2027. Sedangkan Seksi 2B mencatat pembebasan lahan 40,48 persen dengan progres konstruksi 22,37 persen dan target penyelesaian Kuartal IV 2027.
Mardiansyah menegaskan percepatan pembangunan tol ini bertujuan memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan efisiensi arus logistik, serta memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha.
“Pembangunan koridor ini kami dorong agar konektivitas antardaerah semakin kuat, arus logistik lebih efisien, serta manfaatnya dapat dirasakan lebih cepat oleh masyarakat,” katanya.
Perkembangan proyek ini juga mendapat perhatian melalui kunjungan kerja sejumlah anggota Komisi V DPR RI ke Gerbang Tol Pijoan, ruas Betung–Jambi, dalam rangka peninjauan langsung pembangunan infrastruktur transportasi di Provinsi Jambi. Kunjungan tersebut turut dihadiri perwakilan Kementerian Pekerjaan Umum, manajemen Hutama Karya, serta jajaran Pemerintah Provinsi Jambi.
Ke depan, pembangunan Tol Jambi–Rengat diharapkan mampu membuka akses menuju kawasan produktif, termasuk sentra industri kelapa sawit dan perikanan di wilayah Riau, serta mendukung pengembangan destinasi strategis seperti Kompleks Candi Muaro Jambi, Taman Nasional Kerinci Seblat, hingga Taman Nasional Berbak dan Bukit Tigapuluh.
Penguatan konektivitas hingga Rengat dinilai penting untuk menekan biaya logistik yang selama ini masih terkendala keterbatasan jaringan jalan nasional, sekaligus meningkatkan daya saing ekonomi daerah.
“Hutama Karya berkomitmen menghadirkan layanan infrastruktur yang andal dan terintegrasi, sehingga manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat serta mendukung pertumbuhan ekonomi wilayah,” ujar Mardiansyah.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar