Pemerintah Dorong Konsep Work From Mall, Airlangga: Dongkrak Ekonomi dan Dukung Gig Economy

waktu baca 2 menit
Rabu, 31 Des 2025 20:46 99 Admin

 

JKN, Jakarta – Pemerintah mulai memperkenalkan konsep baru pola kerja fleksibel bagi pekerja Indonesia melalui skema Work From Mall (WFM). Kebijakan ini menjadi pengembangan dari konsep Work From Anywhere (WFA) yang dinilai mampu mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus menggerakkan konsumsi masyarakat.

 

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, Work From Mall dirancang untuk menyinergikan aktivitas kerja dengan program belanja nasional, terutama pada momentum libur sekolah dan hari besar nasional.

 

“Yang didorong adalah agar terjadi pertumbuhan ekonomi. Dengan meningkatnya mobilitas keluarga dan belanja masyarakat, pusat perbelanjaan bisa menjadi motor penggerak ekonomi,” ujar Airlangga saat meninjau kesiapan implementasi program WFM di Pondok Indah Mall, Jakarta Selatan, Jumat (26/12/2025).

 

Menurut Airlangga, hampir seluruh pusat perbelanjaan saat ini memiliki fasilitas yang memadai untuk mendukung aktivitas kerja, seperti jaringan internet, sumber listrik, ruang kerja nyaman, hingga layanan penunjang lainnya. Hal tersebut menjadikan mal sebagai alternatif ruang kerja yang relevan di era digital.

 

Melalui konsep Work From Mall, pemerintah juga mendorong pemanfaatan pusat perbelanjaan sebagai bagian dari ekosistem ekonomi digital dan gig economy, yang saat ini terus berkembang pesat.

 

“Program ini akan dikembangkan secara bertahap di sejumlah provinsi dengan dukungan pemerintah daerah dan perusahaan teknologi. Fasilitas yang tersedia di mal sangat mendukung kebutuhan pekerja digital dan pekerja lepas,” jelasnya.

 

Airlangga menambahkan, pemerintah tengah memperkuat sektor gig economy sebagai salah satu pilar ekonomi masa depan. Konsep WFM dinilai sejalan dengan karakter kerja fleksibel yang dibutuhkan para pekerja di sektor tersebut.

 

Untuk mendukung implementasinya, pemerintah pusat telah berkoordinasi dengan sejumlah kepala daerah, termasuk Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung. Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bahkan telah menyiapkan dukungan anggaran guna memperkuat ekosistem gig economy.

 

“Kita akan mulai di 15 provinsi, dengan dukungan perusahaan di bidang teknologi informasi. Anggaran juga sudah disiapkan oleh pemerintah daerah,” ungkap Airlangga.

 

Ia menegaskan, pusat perbelanjaan memiliki seluruh kebutuhan dasar pekerja modern, mulai dari konektivitas internet, pasokan listrik, ruang kerja yang nyaman, hingga fasilitas penunjang seperti kafe dan area publik.

 

“Semua itu tersedia di mal,” tutup Airlangga.

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA