Danau Kerinci Surut Drastis, Warga Soroti Dampak Proyek Pembangkit Listrik dan Ancaman Gagal Panen

waktu baca 2 menit
Sabtu, 31 Jan 2026 19:40 135 Admin

Kerinci, (KJ-News.com) Penyusutan ekstrem permukaan air Danau Kerinci dan aliran sungai di sekitarnya menjadi perhatian serius masyarakat dalam beberapa pekan terakhir. Penurunan debit air yang terjadi dinilai tidak lazim dan berbeda signifikan dibandingkan musim kemarau pada tahun-tahun sebelumnya.

Sejumlah warga menyebut, sepanjang ingatan mereka, Danau Kerinci belum pernah mengalami penyusutan air sedrastis saat ini. Kondisi tersebut memicu berbagai spekulasi di tengah masyarakat, termasuk dugaan adanya pengaruh aktivitas proyek pembangkit listrik yang beroperasi di wilayah tersebut.

Seorang warga Desa Pulau Pandan berinisial ASL mengungkapkan kecurigaannya bahwa penurunan debit air tidak sepenuhnya disebabkan faktor alam. Ia menduga, aktivitas operasional proyek pembangkit listrik turut berkontribusi terhadap perubahan signifikan volume air danau dan sungai.

“Menurut kami, ini bukan semata fenomena alam. Ada dugaan kuat penyusutan air berkaitan dengan aktivitas proyek pembangkit listrik di sekitar wilayah ini,” ujar ASL kepada wartawan.

Ia menjelaskan, penurunan debit air mulai terasa sejak adanya aktivitas pengerukan di sekitar jembatan pintu air yang dikelola perusahaan di Desa Pulau Pandan. Selain itu, mekanisme pelepasan air bendungan di wilayah Bedeng Lima, Kecamatan Batang Merangin, juga disebut-sebut berdampak pada kondisi aliran sungai di wilayah hilir.

“Setelah ada pengerukan dasar sungai dan pengaturan pintu air bendungan, debit air sungai turun drastis,” katanya.

Kondisi tersebut berdampak langsung pada sektor pertanian warga. Puluhan hektare sawah di Desa Karang Pandan dan sekitarnya terancam gagal tanam hingga gagal panen (puso) akibat minimnya pasokan air irigasi. Kincir air yang selama ini menjadi sumber pengairan utama tidak lagi berfungsi optimal karena aliran sungai melemah.

Di tengah situasi ini, warga juga mempertanyakan peran Pemerintah Kabupaten Kerinci dalam menyikapi krisis air yang berdampak luas terhadap petani. Slogan pembangunan sektor pertanian yang selama ini digaungkan dinilai belum sepenuhnya tercermin dalam penanganan persoalan di lapangan.

Warga berharap dinas terkait segera turun tangan untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap pengelolaan debit air dan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Mereka juga mendesak adanya transparansi data serta langkah konkret untuk menjaga keseimbangan ekosistem Danau Kerinci.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak perusahaan pengelola proyek pembangkit listrik maupun Pemerintah Kabupaten Kerinci terkait dugaan yang disampaikan masyarakat. Upaya konfirmasi masih terus dilakukan.

Masyarakat berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera mengambil langkah strategis guna mencegah kerusakan lingkungan yang lebih luas serta melindungi keberlangsungan mata pencaharian petani di kawasan Danau Kerinci.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: klikjambinew.com

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA