Jambi, (KJ-News.com) – Sebanyak 146 atlet bela diri asal Provinsi Jambi menjalani tes fisik tahap pertama sebagai persiapan menghadapi Pekan Olahraga Nasional (PON) Bela Diri ke-III yang akan digelar pada Agustus 2026 di Manado, Sulawesi Utara. Para atlet tersebut berasal dari tujuh cabang olahraga unggulan yang diproyeksikan mampu menyumbang prestasi bagi Jambi.
Wakil Bidang Pembinaan dan Prestasi (Binpres) KONI Provinsi Jambi, Endarman Saputra, Ph.D, mengatakan tes fisik ini merupakan tahapan awal dalam proses seleksi dan pemantauan kesiapan atlet menuju ajang nasional bergengsi tersebut.
“KONI Jambi saat ini fokus mempersiapkan atlet menuju PON Bela Diri di Manado. Sebanyak 146 atlet wajib mengikuti tes tahap pertama yang meliputi tes kesehatan dan tes fisik, yang diselenggarakan melalui Bidang Pembinaan dan Prestasi,” ujar Endarman di Jambi, Sabtu.
Menurutnya, pola tes fisik yang diterapkan telah disesuaikan dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing cabang olahraga bela diri yang akan dipertandingkan.
“Tes fisik tahap I ini menggunakan metode yang disesuaikan dengan kebutuhan tiap cabang olahraga, sehingga hasilnya bisa menjadi acuan objektif dalam menentukan kesiapan atlet,” jelasnya.
Adapun rangkaian tes yang diikuti para atlet meliputi beep test, push up, sit up, lempar medicine ball, shuttle run, sprint 30 meter, standing broad jump, serta sit and reach. Tes ini bertujuan untuk mengukur daya tahan aerobik dan anaerobik, kecepatan, kelincahan, serta kekuatan otot tungkai para atlet.
Endarman menegaskan pihaknya meminta seluruh pengurus cabang olahraga bela diri agar benar-benar mempersiapkan atlet secara maksimal dan mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai standar yang telah ditetapkan.
Sementara itu, Wakil Ketua Umum KONI Provinsi Jambi, Prof. Sukendro, menjelaskan bahwa tes umum ini menjadi gerbang awal sebelum atlet masuk ke tahap pemusatan latihan daerah (Pelatda). Setelah itu, atlet akan menjalani tes lanjutan yang lebih spesifik sesuai cabang olahraga masing-masing.
“Kami juga akan melakukan tes mental dan psikologi atlet untuk memastikan kesiapan mereka menghadapi kompetisi. Targetnya, seluruh atlet mampu menunjukkan performa terbaik saat PON Bela Diri nanti,” kata Sukendro.
Ia menambahkan, KONI Jambi akan menerapkan pendekatan sport science dalam proses seleksi dan pembinaan atlet, guna memastikan hasil yang lebih terukur dan maksimal.
KONI Provinsi Jambi sebelumnya juga telah menggelar rapat koordinasi bersama pimpinan cabang olahraga bela diri. Dari delapan cabang olahraga yang dipertandingkan di PON Bela Diri III/2026, Jambi dipastikan ambil bagian dalam tujuh cabang unggulan, yakni Kurash, Tinju, Muaythai, Kick Boxing, Anggar, MMA, dan Savate.
Proses seleksi tahun ini melibatkan kajian mendalam dari para ahli olahraga yang tergabung dalam kepengurusan KONI Jambi. Bidang Binpres akan fokus pada standarisasi teknik dan kemampuan tanding, Bidang Sport Science mengukur kesiapan fisik dan kondisi medis atlet secara ilmiah, sementara Bidang Litbang melakukan analisis data untuk memetakan potensi perolehan medali di setiap nomor pertandingan.
Melalui persiapan yang matang dan berbasis ilmiah ini, KONI Jambi optimistis mampu mencetak atlet berprestasi yang siap bersaing dan mengharumkan nama daerah di kancah nasional pada PON Bela Diri 2026 mendatang.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar