Muaro Jambi, (KJ-News.com) – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi memastikan seluruh biaya perawatan korban dugaan keracunan massal Makanan Bergizi Gratis (MBG) ditanggung penuh oleh pemerintah daerah. Hingga Jumat malam (30/1), tercatat sebanyak 96 pelajar dari berbagai jenjang pendidikan menjadi korban dan menjalani perawatan di fasilitas kesehatan.
Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno menegaskan, kesehatan para siswa menjadi prioritas utama pemerintah daerah dalam penanganan kasus ini.
“Kesehatan anak-anak menjadi perhatian utama kami. Untuk sementara, seluruh biaya pengobatan korban ditanggung pemerintah daerah dan diberikan secara gratis,” kata Bambang Bayu Suseno di Sengeti, Kabupaten Muaro Jambi.
Korban terdiri dari pelajar tingkat KB/TK, SD, SMP hingga SMA sederajat di Kecamatan Sekernan yang diduga mengalami keracunan setelah menyantap menu MBG di sekolah masing-masing.
Direktur RSUD Ahmad Ripin, Sengeti, Agus Subakti, mengungkapkan hingga pukul 21.00 WIB, total pasien yang masuk mencapai 96 orang, termasuk tiga tenaga pengajar. Dari jumlah tersebut, lima orang telah diperbolehkan pulang, sementara dua pasien dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi untuk penanganan lebih lanjut.
“Seluruh pasien langsung kami tangani setibanya di rumah sakit. Kondisi mereka berangsur membaik. Rata-rata mengalami gejala muntah dan diare, sehingga perlu observasi selama 12 hingga 24 jam,” jelas Subakti.
Untuk mempercepat penanganan, Dinas Kesehatan Kabupaten Muaro Jambi mengerahkan sedikitnya 25 tenaga medis dari Puskesmas Sekernan, Sengeti, dan Penyengat Olak guna membantu tim medis di RSUD Ahmad Ripin. Sejumlah ambulans juga disiagakan untuk mengantisipasi penambahan pasien.
“Kami bergerak cepat agar seluruh korban mendapatkan perawatan maksimal. Tenaga medis tambahan dan ambulans sudah disiapkan,” kata Kepala Dinas Kesehatan Muaro Jambi, Aang Hambali.
Sementara itu, Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti, Akbar Amrullah, mengatakan penyebab pasti dugaan keracunan masih dalam proses penyelidikan pihak berwenang. Ia menegaskan seluruh bahan makanan diolah dan disajikan pada hari yang sama sesuai prosedur yang berlaku.
“Menu yang dibagikan hari ini adalah soto. Semua bahan baku langsung diolah tanpa penyimpanan ulang, dan kami memastikan tidak ada praktik daur ulang makanan,” ujarnya.
Kapolsek Sekernan AKP Taroni Zibua menyebutkan jumlah korban masih berpotensi bertambah, termasuk satu balita berusia dua tahun yang telah dirujuk ke RSUD Raden Mattaher Jambi untuk mendapatkan penanganan intensif.
Pemerintah daerah bersama instansi terkait saat ini terus melakukan pemantauan serta investigasi guna memastikan penyebab pasti kejadian tersebut sekaligus mencegah kasus serupa terulang.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar