Bulgaria Resmi Pakai Euro Mulai 2026, Negara Termiskin Eropa Kini Masuk Zona Euro

waktu baca 2 menit
Sabtu, 17 Jan 2026 10:17 160 Admin

KJ-News – Bulgaria resmi meninggalkan mata uang nasionalnya, lev, dan beralih menggunakan euro mulai 1 Januari 2026. Dengan langkah ini, Bulgaria menjadi anggota ke-21 Zona Euro, sekaligus menambah jumlah pengguna mata uang tunggal Eropa menjadi lebih dari 350 juta orang.

Peralihan mata uang tersebut dirayakan secara luas di ibu kota Sofia, menandai babak baru integrasi ekonomi Bulgaria dengan kawasan Eropa. Bulgaria menjadi negara terbaru yang mengadopsi euro setelah Kroasia bergabung dengan Zona Euro tiga tahun sebelumnya.

Bagi masyarakat Bulgaria, transisi ini membawa perubahan langsung pada nilai nominal simpanan. Sebagai ilustrasi, tabungan sebesar 10.000 leva kini dikonversi menjadi sekitar 5.100 euro, mengikuti nilai tukar resmi yang telah ditetapkan.

Selain mempermudah transaksi lintas negara bagi wisatawan dan pelaku usaha, keanggotaan Zona Euro memberikan posisi strategis bagi Bulgaria dalam kebijakan moneter Eropa. Negara Balkan tersebut kini memperoleh kursi dan hak suara di Dewan Gubernur Bank Sentral Eropa (European Central Bank/ECB), yang berwenang menetapkan suku bunga di kawasan euro.

“Harapan saya terhadap euro sangat positif. Manfaatnya besar, terutama bagi mereka yang sering bepergian karena tidak perlu lagi menukar mata uang,” ujar Antonia Tsvetkova, pengusaha perhiasan di Sofia, kepada Reuters.

Meski didukung kuat oleh kalangan bisnis, adopsi euro berlangsung di tengah dinamika politik domestik. Pemerintah Bulgaria diketahui mengundurkan diri bulan lalu setelah gelombang aksi protes besar terkait rencana kenaikan pajak.

Hasil jajak pendapat juga menunjukkan opini publik yang masih terbelah. Sebagian warga khawatir penggunaan euro akan memicu kenaikan harga barang dan jasa atau memperparah tekanan inflasi, terutama di tengah krisis biaya hidup yang masih berlangsung.

Masuknya Bulgaria—dengan populasi sekitar 6,7 juta jiwa—ke Zona Euro merupakan puncak dari proses panjang sejak negara tersebut bergabung dengan Uni Eropa pada 2007. Pemerintah berharap langkah ini dapat memperdalam integrasi ekonomi dengan pasar tunggal Eropa serta meningkatkan arus investasi asing langsung (Foreign Direct Investment/FDI).

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA