Astronaut ISS Dievakuasi Darurat, NASA Pulangkan Crew-11 Lebih Cepat Akibat Masalah Kesehatan

waktu baca 3 menit
Minggu, 18 Jan 2026 18:47 222 Admin

KJ-News (California, Amerika Serikat) – Empat astronaut yang tergabung dalam misi Crew-11 Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) akhirnya kembali ke Bumi pada Kamis, 15 Januari 2026, setelah masa tinggal mereka di luar angkasa dipersingkat sekitar satu bulan akibat masalah kesehatan serius yang menimpa salah satu anggota kru.

Keempat astronaut tersebut adalah Mike Fincke dan Zena Cardman dari NASA, Kimiya Yui dari Badan Antariksa Jepang (JAXA), serta kosmonaut Rusia Oleg Platonov. Mereka mendarat dengan selamat di lepas pantai California menggunakan wahana antariksa, disambut tim medis yang telah bersiaga.

Momen Pendaratan dan Pemeriksaan Medis

Kapten misi Mike Fincke menjadi astronaut pertama yang keluar dari kapsul. Ia tampak tersenyum meski berjalan sedikit sempoyongan sebelum akhirnya dibaringkan di tandu, sesuai prosedur standar pascapendaratan dari mikrogravitasi.

Fincke kemudian disusul Zena Cardman, Kimiya Yui, dan Oleg Platonov. Keempatnya melambaikan tangan ke arah kamera dan tim penyambut.

“Senang sekali bisa kembali ke rumah,” ujar Zena Cardman singkat, usai pendaratan.

Seluruh kru kini menjalani pemeriksaan kesehatan lanjutan, menyusul keputusan NASA untuk mengevakuasi misi lebih awal—sebuah langkah yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam sejarah ISS sejak beroperasi pada 1998.

Evakuasi Pertama karena Alasan Medis dalam Sejarah ISS

Dalam konferensi pers, pimpinan NASA Jared Isaacman memastikan bahwa astronaut yang mengalami gangguan kesehatan kini dalam kondisi stabil dan bersemangat. Namun, NASA menegaskan tidak akan mengungkap identitas maupun detail medis demi menjaga privasi kru.

Pembatalan aktivitas luar angkasa (spacewalk) oleh Fincke dan Cardman pada pekan kedua Januari menjadi sinyal awal. Beberapa jam kemudian, NASA mengonfirmasi adanya anggota kru yang jatuh sakit, sehingga keputusan evakuasi dipercepat pun diambil.

“Perasaan kami campur aduk,” ungkap Fincke saat menyerahkan komando ISS kepada kosmonaut Rusia Sergey Kud-Sverchkov pada 12 Januari lalu.

ISS Beroperasi dengan Awak Minimum

Dengan kepulangan Crew-11, kendali operasional ISS kini berada di tangan tiga astronaut, yakni Chris Williams (NASA), Sergey Kud-Sverchkov, dan Sergei Mikaev dari Rusia. Jumlah awak minimum ini akan bertahan hingga empat astronaut baru tiba pada Februari 2026.

Meski demikian, Kud-Sverchkov menegaskan seluruh agenda ilmiah dan pemeliharaan stasiun tetap berjalan.

“Apa pun yang terjadi, kami akan menyelesaikan seluruh tugas ilmiah dan operasional di ISS,” tegasnya.

Ujian Penting Prosedur Darurat NASA

ISS yang mengorbit Bumi di ketinggian 400 kilometer dengan kecepatan sekitar 28.000 km/jam ini dikelola oleh lima badan antariksa dunia dan menjadi laboratorium unik untuk meneliti efek mikrogravitasi terhadap manusia.

Meski dilengkapi peralatan medis dasar dan pelatihan darurat bagi astronaut, tidak ada dokter profesional di ISS. Evakuasi Crew-11 pun menjadi uji besar kesiapan NASA dalam menghadapi kondisi darurat medis di luar angkasa.

Para pakar menilai keberhasilan evakuasi ini penting, terutama di tengah meningkatnya misi pariwisata luar angkasa serta ambisi manusia untuk kembali ke Bulan dan menjangkau Mars di masa depan.

 

Penulis: Tim Redaksi

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA