Awal Tahun 2026, Pertamina Turunkan Harga Pertamax dan BBM Non-Subsidi

waktu baca 2 menit
Kamis, 1 Jan 2026 14:22 51 Admin

 

KJN, Jakarta – PT Pertamina (Persero) resmi menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi, termasuk Pertamax Series dan Dex Series, yang mulai berlaku per 1 Januari 2026. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi masyarakat di awal tahun.

 

Berdasarkan informasi resmi dari Pertamina Patra Niaga, Subholding Commercial & Trading Pertamina, harga Pertamax (RON 92) di wilayah DKI Jakarta turun dari Rp12.750 menjadi Rp12.350 per liter. Penurunan harga juga berlaku untuk jenis BBM non-subsidi lainnya.

 

Harga Pertamax Turbo (RON 98) kini dibanderol Rp13.400 per liter, turun dari Rp13.750 per liter. Sementara itu, Pertamax Green 95 mengalami penurunan menjadi Rp13.150 per liter dari sebelumnya Rp13.500 per liter.

 

Penyesuaian signifikan juga terjadi pada BBM diesel non-subsidi. Dexlite turun dari Rp14.700 menjadi Rp13.500 per liter, sedangkan Pertamina Dex turun dari Rp15.000 menjadi Rp13.600 per liter.

 

Di sisi lain, harga BBM bersubsidi tidak mengalami perubahan. Pertalite (RON 90) tetap dijual seharga Rp10.000 per liter, dan Solar Subsidi tetap Rp6.800 per liter.

 

Corporate Secretary Pertamina Patra Niaga, Robert Dumatubun, menjelaskan bahwa penyesuaian harga BBM dilakukan secara berkala dengan mengacu pada formula harga yang ditetapkan pemerintah, serta mempertimbangkan tren harga minyak mentah dunia seperti Mean of Platts Singapore (MOPS) dan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

 

“Penyesuaian ini kami lakukan secara rutin dengan tetap menjaga harga Pertamax Series dan Dex Series agar tetap kompetitif di pasaran,” ujar Robert dalam keterangan resminya.

 

Pertamina juga mengingatkan bahwa harga BBM dapat berbeda di setiap daerah, menyesuaikan besaran Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang ditetapkan masing-masing pemerintah provinsi.

 

Dengan penurunan harga ini, Pertamina berharap dapat mendukung mobilitas masyarakat sekaligus menjaga stabilitas energi nasional di awal tahun 2026.

 

Editor:  Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA