Jawa Barat, (KJ-News.com) – Tim SAR gabungan terus mengintensifkan upaya pencarian 32 korban yang masih tertimbun bencana tanah longsor di Kampung Pasirlangu, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Untuk mempercepat proses evakuasi, jumlah alat berat ditambah menjadi 17 unit.
Direktur Operasi Basarnas Bramantyo mengatakan, pencarian hari ini difokuskan pada empat sektor utama, yakni sektor A1, A2, B3, serta sektor tambahan A3 yang berada di wilayah lebih tinggi dekat kaki Gunung Burangrang.
“Setelah apel pagi, tim langsung kami bagi ke masing-masing sektor. Sejak dini hari juga ada tambahan empat alat berat, sehingga total kini menjadi 17 unit yang beroperasi di lokasi,” ujar Bramantyo di Bandung Barat, Rabu (28/1/2026).
Ia menjelaskan, proses pencarian masih menghadapi tantangan cuaca. Kabut tebal dan hujan yang mengguyur kawasan Pasirlangu sejak Selasa malam membuat pergerakan personel dan alat berat harus menyesuaikan kondisi lapangan demi keselamatan tim.
Hingga Rabu pagi, 32 korban dilaporkan masih dalam pencarian. Sementara itu, sebelumnya 48 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi dan diserahkan kepada Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Jawa Barat untuk proses identifikasi.
Tim Medis Disiagakan di Setiap Sektor
Kepala Kantor SAR Bandung Ade Dian menyampaikan bahwa tim SAR gabungan juga mendapat dukungan penuh dari sektor kesehatan. Vaksinasi dan vitamin diberikan kepada seluruh personel untuk menjaga stamina dan daya tahan tubuh selama operasi pencarian.
“Kami mendapat dukungan vaksin dan vitamin dari Kementerian Kesehatan serta Dinas Kesehatan. Ini sangat penting mengingat risiko kerja di lapangan cukup tinggi,” kata Ade.
Selain itu, tenaga medis dan dokter ditempatkan di setiap sektor pencarian guna mengantisipasi kondisi darurat yang dapat dialami personel selama bertugas.
“Di setiap titik pencarian sudah disiagakan tim medis, sehingga jika terjadi kondisi darurat bisa langsung ditangani,” ujarnya.
Masa Operasi Dievaluasi Hari Ketujuh
Terkait durasi operasi SAR, Ade mengungkapkan bahwa pemerintah daerah mengusulkan masa pencarian dilakukan selama 14 hari. Namun, sesuai prosedur, evaluasi akan dilakukan pada hari ketujuh, yakni Jumat (30/1/2026).
“Kami mengikuti ketentuan tersebut. Hasil evaluasi nanti akan menentukan apakah operasi perlu diperpanjang atau tidak,” kata Ade.
Tim SAR menegaskan akan terus memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada demi menemukan seluruh korban, sembari tetap mengutamakan keselamatan personel dan efektivitas pencarian.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar