PSSI Tunjuk John Herdman Tangani Timnas Indonesia dan U-23, Targetkan Asia hingga Piala Dunia 2030

waktu baca 2 menit
Sabtu, 3 Jan 2026 19:38 46 Admin

 

KJN,  Jakarta — PSSI resmi menunjuk John Herdman sebagai Pelatih Kepala Tim Nasional Indonesia, dengan tugas ganda menangani tim senior dan Timnas U-23. Penunjukan ini menegaskan komitmen federasi untuk menyatukan pembinaan prestasi lintas kelompok usia dalam satu arah dan satu filosofi permainan.

 

Pengumuman resmi disampaikan melalui akun Instagram Timnas Indonesia pada Sabtu, 3 Januari 2026. Pelatih asal Inggris tersebut dikontrak dengan skema dua tahun plus perpanjangan dua tahun (2+2) dan dibebani target ambisius di level Asia hingga dunia.

 

PSSI menargetkan Herdman membawa Timnas Indonesia menembus delapan besar Piala Asia 2027, sekaligus memimpin proyek jangka panjang untuk meloloskan Garuda ke Piala Dunia 2030.

 

Dengan peran ganda tersebut, Herdman diharapkan mampu menciptakan kesinambungan taktik dan filosofi permainan dari Timnas U-23 ke tim senior. Strategi ini juga diyakini dapat mempercepat proses regenerasi dan transisi pemain muda menuju level internasional tertinggi.

 

Tahun 2026 menjadi fase awal yang krusial bagi Herdman bersama Timnas Indonesia. Ia langsung dihadapkan pada agenda internasional padat, dimulai dari FIFA Series hingga Piala AFF 2026.

 

Timnas Indonesia dijadwalkan tampil pada FIFA Series yang digelar di Stadion Utama Gelora Bung Karno pada FIFA Match Day, 23–31 Maret 2026. Ajang ini akan menjadi debut resmi Herdman sekaligus panggung awal untuk membangun identitas permainan Timnas Indonesia.

 

Selanjutnya, skuad Garuda juga akan menjalani rangkaian FIFA Match Day pada Juni, September, Oktober, dan November 2026. Seluruh laga tersebut menjadi bagian penting dari persiapan jangka menengah menuju Piala Asia 2027 dan target jangka panjang Piala Dunia 2030.

 

Agenda Timnas Indonesia pada 2026 akan ditutup dengan Piala AFF 2026 yang dijadwalkan berlangsung mulai 25 Juli 2026. Turnamen regional ini menjadi tolok ukur awal bagi Herdman untuk mengukur daya saing Indonesia di kawasan Asia Tenggara sekaligus menilai efektivitas filosofi permainan yang ia terapkan.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA