Munas PB Percasi 2026 Digelar, KONI Dorong Lahirnya Grandmaster Baru dan Penguatan Industri Catur

waktu baca 3 menit
Sabtu, 11 Apr 2026 22:33 14 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – Musyawarah Nasional (Munas) XXX Pengurus Besar Persatuan Catur Seluruh Indonesia (PB Percasi) resmi digelar di The Tavia Heritage Hotel, Jakarta, Sabtu (11/4). Forum tertinggi organisasi ini menjadi momentum evaluasi kinerja sekaligus merumuskan arah masa depan pembinaan catur Indonesia.

Kegiatan tersebut dihadiri sejumlah tokoh olahraga nasional, termasuk Ketua Umum Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Pusat Letjen TNI (Purn) Marciano Norman dan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir. Munas dibuka secara resmi melalui simbolisasi pemukulan gong oleh Menpora.

Dalam sambutannya, Marciano Norman menyampaikan apresiasi kepada Ketua Umum PB Percasi masa bakti 2022–2026, Grandmaster Utut Adianto, atas dedikasinya dalam membina dan mengembangkan olahraga catur di Indonesia.

“Kami mengapresiasi kerja keras seluruh atlet, pelatih, dan ofisial Percasi yang telah menorehkan prestasi membanggakan, seperti pada SEA Games Thailand 2025 dengan raihan satu emas, dua perak, dan empat perunggu, serta pada ajang 9th Eastern Asia Youth Chess Championship 2025 di China dengan empat emas, satu perak, dan dua perunggu,” ujar Marciano.

Ia juga menilai potensi olahraga catur di Indonesia sangat besar, mengingat permainan ini telah mengakar hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.

“Di tingkat kelurahan pun, hampir semua masyarakat mengenal dan memainkan catur. Ini potensi besar yang harus dikelola dengan baik untuk melahirkan lebih banyak grandmaster baru,” tambahnya.

Marciano berharap Munas dapat berjalan sesuai Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) organisasi serta menjunjung tinggi semangat persatuan demi kemajuan prestasi catur nasional.

Sementara itu, Menpora RI Erick Thohir menekankan pentingnya pengembangan industri olahraga sebagai penopang prestasi. Menurutnya, catur memiliki peluang besar untuk berkembang melalui pemanfaatan teknologi digital, termasuk platform catur online.

“Olahraga tidak hanya berbicara prestasi, tetapi juga industri. Jika industri tidak berkembang, maka pembinaan akan sulit berkelanjutan. Catur online bisa menjadi salah satu solusi untuk memperluas ekosistem,” jelas Erick.

Di sisi lain, Utut Adianto dalam sambutannya mengajak seluruh pengurus provinsi yang hadir untuk menjadikan Munas sebagai forum refleksi dan konsolidasi organisasi dalam menghadapi tantangan ke depan.

“Munas adalah tempat kita menyuarakan gagasan, melakukan introspeksi, dan menyusun langkah strategis untuk kemajuan catur Indonesia,” ujarnya.

Utut juga mengakui bahwa olahraga catur masih menghadapi keterbatasan dukungan, terutama dari sisi pendanaan dan perhatian publik.

“Catur termasuk cabang olahraga yang minim dukungan. Namun, dengan semangat kebersamaan dan kerja keras, kita harus tetap optimistis membangun prestasi,” tegasnya.

Melalui Munas XXX ini, PB Percasi diharapkan mampu memperkuat soliditas organisasi, meningkatkan pembinaan atlet, serta mendorong lahirnya generasi grandmaster baru yang dapat mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: https://klikjambinew.com/

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA