Jambi, (KJ-News.com) – Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Jambi menilai sinergi belanja pemerintah pada sektor ekonomi, pendidikan, dan kesehatan menjadi faktor utama dalam mendorong peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) yang berkelanjutan di Provinsi Jambi.
Local Expert Kanwil DJPb Provinsi Jambi, Junaidi, di Jambi, Kamis, mengatakan alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) di Provinsi Jambi hingga saat ini masih didominasi belanja fungsi ekonomi dan pendidikan. Kondisi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah dalam memperkuat pembangunan infrastruktur, mendorong aktivitas ekonomi, serta meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Sementara itu, belanja pada sektor kesehatan dinilai lebih terbatas dan selektif, namun tetap memiliki dampak strategis terhadap peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Belanja pendidikan dan kesehatan sangat berkaitan erat dengan capaian IPM. Belanja kesehatan terbukti signifikan meningkatkan usia harapan hidup, sedangkan belanja pendidikan berpengaruh kuat terhadap harapan lama sekolah dan rata-rata lama sekolah,” kata Junaidi.
IPM sendiri dibentuk dari tiga dimensi utama, yakni kesehatan yang diukur melalui Usia Harapan Hidup (UHH), pendidikan yang diukur dari Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS), serta standar hidup layak yang tercermin dari pengeluaran riil per kapita.
Berdasarkan data distribusi belanja APBN Kementerian/Lembaga di Provinsi Jambi periode 2022–2025, belanja fungsi ekonomi tercatat mencapai Rp9,18 triliun, diikuti belanja pendidikan sebesar Rp7,83 triliun, dan belanja kesehatan sebesar Rp774,57 miliar.
Selain itu, struktur Transfer ke Daerah dan Dana Desa (TKDD) tahun 2025 di Provinsi Jambi juga menunjukkan dominasi belanja fungsi ekonomi dengan porsi rata-rata 75,4 persen di hampir seluruh kabupaten/kota. Sementara fungsi pendidikan berada pada kisaran 18,3 persen dan kesehatan sekitar 6,3 persen, meskipun terdapat variasi antarwilayah.
Menurut Junaidi, optimalisasi sinergi ketiga sektor belanja tersebut perlu terus diperkuat agar pertumbuhan ekonomi daerah dapat berjalan seiring dengan peningkatan kualitas hidup masyarakat.
“Dengan sinergi yang tepat, pembangunan ekonomi tidak hanya mendorong pertumbuhan, tetapi juga memastikan peningkatan kesejahteraan masyarakat secara menyeluruh,” ujarnya.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: https://klikjambinew.com/
Tidak ada komentar