IHSG Pagi Ini Menguat ke 9.072 di Tengah Isu Ancaman Independensi The Fed

waktu baca 2 menit
Kamis, 15 Jan 2026 11:31 132 Admin

 

KJN, Jakarta – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Kamis pagi dibuka menguat, meskipun pelaku pasar masih dibayangi kekhawatiran terhadap potensi ancaman independensi bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve (The Fed).

 

IHSG tercatat naik 39,71 poin atau 0,44 persen ke posisi 9.072,29. Sementara itu, indeks LQ45 yang berisi 45 saham unggulan turut menguat 3,84 poin atau 0,44 persen ke level 885,92.

 

Tim Riset Lotus Andalan Sekuritas menilai penguatan IHSG kali ini tidak semata bersifat teknikal, melainkan mencerminkan perubahan struktur investasi jangka menengah hingga panjang.

 

“Reli IHSG bukan hanya technical rebound, tetapi menandai pergeseran rezim investasi menuju fase supercycle yang berpotensi menopang pasar saham Indonesia sepanjang 2026,” tulis Lotus dalam kajiannya di Jakarta.

 

Dari global, pelaku pasar mencermati dinamika kebijakan di Amerika Serikat setelah Presiden AS Donald Trump menyerukan reformasi suku bunga kartu kredit dan melontarkan kritik terbuka terhadap Ketua The Fed Jerome Powell. Sikap tersebut memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi terganggunya independensi bank sentral AS.

 

Kekhawatiran tersebut diperkuat oleh rilis data Producer Price Index (PPI) AS yang masih menunjukkan tekanan inflasi. Kondisi ini meningkatkan risiko The Fed harus mempertahankan suku bunga tinggi, atau bahkan kembali menaikkannya di tengah perlambatan ekonomi—skenario yang kurang disukai pasar saham.

 

Dari sisi geopolitik, ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat, serta isu strategis terkait Greenland, turut menambah ketidakpastian global dan mendorong investor lebih selektif dalam mengambil risiko.

 

Sementara dari dalam negeri, pasar saham Indonesia dinilai berada pada posisi strategis di tengah siklus kenaikan harga energi dan logam global. Kenaikan imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) yang terjadi bersamaan dengan lonjakan IHSG mengindikasikan adanya rotasi aset dari obligasi ke saham, yang lazim terjadi pada fase awal bull market berbasis komoditas.

 

Pada perdagangan Rabu (14/1), bursa saham Eropa ditutup bervariasi, dengan Euro Stoxx 50 melemah 0,36 persen, DAX Jerman turun 0,53 persen, dan CAC Prancis melemah 0,19 persen. Sementara FTSE 100 Inggris justru menguat 0,46 persen.

 

Wall Street juga ditutup di zona merah, dengan Dow Jones melemah 0,09 persen, S&P 500 turun 0,53 persen, dan Nasdaq Composite terkoreksi 1,07 persen.

 

Di kawasan Asia, pergerakan bursa pagi ini bervariasi. Nikkei Jepang melemah 0,80 persen, Shanghai Composite turun 0,16 persen, Hang Seng Hong Kong menguat 0,38 persen, dan Straits Times Singapura melemah 0,34 persen.

 

 

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA