Kasus “Super Flu” Meningkat di Awal 2026, Bukan Virus Baru: Ini Penjelasan Dokter dan Cara Pencegahannya

waktu baca 2 menit
Jumat, 13 Feb 2026 11:42 173 Admin

Jakarta, KJ-News.com – Istilah “super flu” yang ramai diperbincangkan masyarakat belakangan ini dipastikan bukan merupakan virus baru, melainkan peningkatan kasus influenza musiman yang disebabkan oleh varian Influenza A(H3N2).

Data Kementerian Kesehatan RI mencatat hingga Januari 2026 terdapat sedikitnya 74 kasus yang tersebar di 13 provinsi. Sejumlah kasus di antaranya terdeteksi di Surabaya, Jawa Timur.

Tenaga medis menjelaskan bahwa istilah “super flu” bukan terminologi medis resmi, melainkan sebutan populer untuk menggambarkan peningkatan kasus flu akibat varian tertentu yang dinilai lebih mudah menular dan dapat menimbulkan gejala lebih berat dibandingkan flu biasa.

Dokter di Mayapada Hospital Surabaya menerangkan bahwa varian yang beredar masih termasuk kelompok influenza musiman dan tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan potensi pandemi baru.

Secara klinis, gejala yang muncul serupa dengan influenza pada umumnya, seperti demam, batuk kering, sakit tenggorokan, nyeri otot, sakit kepala, dan rasa lemas. Namun pada sebagian pasien, demam dapat lebih tinggi—bahkan mencapai di atas 39 derajat Celsius—serta berlangsung lebih lama.

Apabila tidak ditangani dengan baik, infeksi influenza dapat berkembang menjadi komplikasi, termasuk pneumonia, terutama pada kelompok rentan seperti lanjut usia, anak-anak, ibu hamil, dan individu dengan penyakit penyerta seperti diabetes, gangguan jantung, atau penurunan imunitas.

Kalangan medis menilai peningkatan kasus dipengaruhi mobilitas masyarakat, interaksi jarak dekat, serta rendahnya kesadaran pencegahan setelah pandemi mereda.

Sebagai langkah perlindungan, vaksinasi influenza tetap dianjurkan karena dapat membantu tubuh membentuk antibodi sehingga menurunkan risiko gejala berat dan komplikasi, meskipun tidak sepenuhnya mencegah infeksi.

Selain vaksinasi, masyarakat diimbau kembali menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, seperti rutin mencuci tangan, menggunakan masker saat sakit atau berada di keramaian, menjaga jarak, serta segera memeriksakan diri jika mengalami gejala yang memburuk.

Peningkatan kewaspadaan dinilai penting sebagai upaya mitigasi dini agar lonjakan kasus influenza tidak membebani fasilitas layanan kesehatan maupun menimbulkan kekhawatiran berlebihan di tengah masyarakat.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: https://klikjambinew.com/

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA