Foto: (Ilustrasi) Petugas memeriksa kesehatan mulut ternak sapi di Kota Padang, Sumatera Barat. Jakarta, KJ-News.com – Kementerian Pertanian (Kementan) memperkuat pengendalian penyakit hewan ternak menjelang Ramadhan dan Idul Fitri 1447 Hijriah guna menjaga stabilitas pasokan pangan asal ternak serta mencegah kerugian ekonomi nasional.
Penguatan dilakukan melalui peningkatan kesiapsiagaan nasional, koordinasi lintas wilayah, serta penguatan sistem deteksi dini terhadap Penyakit Hewan Menular Strategis (PHMS), seiring meningkatnya lalu lintas ternak pada momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN).
Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementan, Agung Suganda, mengatakan langkah tersebut menjadi kunci untuk mengantisipasi potensi penyebaran penyakit, termasuk Penyakit Mulut dan Kuku (PMK).
“Kami memperkuat kesiapsiagaan nasional menghadapi PHMS melalui koordinasi lintas wilayah dan penguatan deteksi dini, khususnya menjelang meningkatnya pergerakan ternak saat Ramadhan dan Idul Fitri,” ujar Agung di Jakarta, Minggu (8/2/2026).
Menurutnya, pencegahan harus menjadi prioritas utama agar setiap potensi kasus dapat segera ditemukan dan dikendalikan sebelum meluas. Pengalaman wabah sebelumnya menjadi pelajaran penting agar pengendalian dilakukan secara terencana, terpadu, dan berbasis kewaspadaan.
Pada tahun 2026, pemerintah telah menyiapkan alokasi vaksin, obat-obatan, serta sarana pendukung pengendalian penyakit hewan, termasuk vaksin PMK. Total alokasi mencapai sekitar 5,6 juta dosis, dengan strategi vaksinasi dua periode yang dinilai efektif menekan kasus.
Meski demikian, Agung menekankan bahwa keberhasilan pengendalian tidak hanya ditentukan oleh besaran anggaran, melainkan juga kedisiplinan pelaksanaan di lapangan, khususnya dalam vaksinasi dan penerapan biosekuriti oleh seluruh pemangku kepentingan.
Kesiapan laboratorium veteriner juga menjadi perhatian serius Kementan. Seluruh balai veteriner diminta memastikan ketersediaan reagen dan alat diagnostik agar proses deteksi dini berjalan cepat dan akurat.
Lebih lanjut, Agung menyampaikan pesan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman agar pengendalian PHMS berjalan optimal dan tidak mengganggu fokus pemerintah dalam menjaga ketahanan serta swasembada pangan nasional.
“Pengendalian penyakit hewan tidak hanya soal kesehatan ternak, tetapi juga berdampak langsung pada stabilitas pasokan daging, susu, dan telur. Menjelang HBKN, harga pangan strategis harus tetap terjaga,” tegasnya.
Reporter: Ridho Saputra
Editor: M. Akbar
Media: klikjambinew.com
Tidak ada komentar