Ikan Lele Favorit Warga Indonesia Ternyata Bisa Menyerap Racun dari Air, Ini Faktanya

waktu baca 2 menit
Sabtu, 24 Jan 2026 10:58 164 Admin

Jakarta, (KJ-News.com) – Ikan lele menjadi salah satu sumber protein favorit masyarakat Indonesia. Olahannya mudah ditemukan, mulai dari warung pecel lele di pinggir jalan hingga menu rumahan sehari-hari. Selain harganya terjangkau, ikan ini dikenal memiliki kandungan gizi yang baik bagi tubuh.

Secara global, terdapat lebih dari 2.000 spesies ikan lele yang tersebar hampir di seluruh benua, kecuali Antartika. Mengutip Seafood Watch, ikan lele memiliki profil lemak yang relatif sehat, dengan kandungan lemak jenuh rendah—sekitar 1 gram per porsi, tergantung jenisnya.

Tak hanya itu, ikan lele juga mengandung asam lemak omega-3, termasuk DHA dan EPA, yang mencapai 300 miligram per porsi. Kandungan ini berperan penting dalam menjaga kesehatan jantung, mendukung fungsi otak, serta membantu mengurangi risiko penyakit kardiovaskular.

Namun demikian, di balik manfaatnya, sejumlah penelitian mengungkap fakta lain yang perlu diwaspadai.

Mampu Mengakumulasi Racun Lingkungan

Penelitian menunjukkan bahwa ikan lele, khususnya dari jenis Clarias sp. dan spesies catfish lainnya, memiliki kemampuan menyerap dan mengakumulasi berbagai polutan berbahaya dari lingkungan hidupnya.

Mengacu pada riset yang dipublikasikan dalam jurnal Environmental Research, ikan lele dapat menyerap polutan organik persisten seperti PCB, pestisida, serta logam berat termasuk merkuri (Hg), timbal (Pb), dan kadmium (Cd). Polutan ini masuk ke dalam tubuh ikan melalui air, sedimen, pakan, hingga limbah industri di perairan tercemar.

Ikan lele yang hidup liar di sungai atau perairan dengan tingkat pencemaran tinggi memiliki risiko lebih besar dibandingkan lele yang dibudidayakan di lingkungan terkontrol.

Temuan Logam Berat pada Ikan Lele

Salah satu studi di Sungai Paraopeba, Brasil, menemukan adanya akumulasi logam berat seperti merkuri, kadmium, kromium, timbal, dan seng dalam jaringan tubuh ikan lele. Bahkan, konsentrasi logam berat tersebut cenderung lebih tinggi di organ internal, yang berpotensi menimbulkan risiko kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang.

Paparan logam berat secara terus-menerus diketahui dapat berdampak pada gangguan saraf, fungsi ginjal, hingga sistem kekebalan tubuh, terutama pada anak-anak dan ibu hamil.

Tips Aman Mengonsumsi Ikan Lele

Meski demikian, masyarakat tidak perlu langsung menghindari konsumsi ikan lele. Risiko kesehatan umumnya berasal dari lingkungan perairan yang tercemar, bukan dari ikan lele itu sendiri.

Untuk mengurangi risiko, konsumen disarankan:

Memilih ikan lele hasil budidaya dari kolam bersih dan terawasi

Menghindari lele yang berasal dari perairan liar tercemar limbah

Memastikan ikan dimasak hingga matang sempurna

Dengan pengelolaan budidaya yang baik, ikan lele tetap dapat menjadi sumber protein sehat dan aman untuk dikonsumsi sehari-hari.

 

 

Reporter: Ridho Saputra

Editor: M. Akbar

Media: https://klikjambinew.com/

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA