DPRD Kota Jambi Dukung Pembangunan PSEL Talang Gulo, Faried: Solusi Sampah dan Magnet Investasi Baru

waktu baca 3 menit
Jumat, 10 Apr 2026 17:04 13 Admin

Jambi, (KJ-News.com) – Rencana pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PSEL) di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Talang Gulo mendapat dukungan penuh dari DPRD Kota Jambi. Proyek strategis nasional tersebut dinilai tidak hanya menjadi solusi jangka panjang dalam penanganan sampah, tetapi juga berpotensi membuka peluang investasi dan menciptakan nilai ekonomi baru bagi daerah.

Dukungan tersebut disampaikan Ketua DPRD Kota Jambi, Kemas Faried Alfarelly, usai mengikuti rapat koordinasi dan peninjauan lapangan di kawasan TPA Talang Gulo, Kamis (9/4/2026). Kegiatan tersebut melibatkan perwakilan pemerintah pusat, Pemerintah Kota Jambi, PLN, lembaga pembiayaan, serta sejumlah pemangku kepentingan terkait percepatan pembangunan fasilitas pengolahan sampah menjadi energi listrik tersebut.

“Pada prinsipnya kami mendukung penuh setiap upaya pengelolaan sampah yang berkelanjutan. PSEL merupakan langkah strategis yang tidak hanya menyelesaikan persoalan lingkungan, tetapi juga dapat mendorong masuknya investasi dan memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat Kota Jambi,” ujar Faried.

Menurutnya, pembangunan PSEL menjadi salah satu terobosan penting dalam menjawab tantangan peningkatan volume sampah perkotaan yang terus bertambah setiap tahun. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu mengubah paradigma pengelolaan sampah dari sekadar pembuangan akhir menjadi sumber energi yang bernilai ekonomis dan ramah lingkungan.

Sementara itu, Wali Kota Jambi, Maulana, menjelaskan bahwa Pemerintah Kota Jambi telah menyiapkan berbagai kebutuhan dasar untuk mendukung realisasi proyek tersebut, termasuk lahan seluas 21 hektare di kawasan TPA Talang Gulo. Dari total luas tersebut, sekitar lima hektare akan digunakan untuk pembangunan fasilitas utama PSEL.

Namun demikian, kata Maulana, tantangan terbesar yang dihadapi saat ini adalah pemenuhan kebutuhan bahan baku berupa sampah. Untuk dapat beroperasi secara optimal, PSEL membutuhkan pasokan sekitar 1.000 ton sampah per hari, sementara produksi sampah Kota Jambi saat ini berkisar 450 ton per hari.

“Karena itu kami tengah menjajaki kerja sama regional dengan beberapa daerah sekitar, seperti Kabupaten Muaro Jambi, Batanghari, dan Tanjung Jabung Timur, agar kebutuhan pasokan sampah dapat terpenuhi secara berkelanjutan,” jelasnya.

Kota Jambi sendiri telah ditetapkan sebagai salah satu dari 33 daerah prioritas nasional dalam pengembangan PSEL. Bahkan, proyek ini masuk dalam daftar 10 lokasi pertama yang direncanakan akan diluncurkan secara langsung oleh Presiden sebagai bagian dari program percepatan pengelolaan sampah nasional berbasis energi terbarukan.

Di sisi lain, Director Project and Stakeholder Management Danantara, Maulana Muhammad, menyatakan hasil peninjauan menunjukkan kesiapan Pemerintah Kota Jambi cukup baik, terutama dari aspek penyediaan lahan dan dukungan pemerintah daerah. Menurutnya, proyek waste to energy ini juga akan dilengkapi dengan fasilitas pengolahan Fly Ash dan Bottom Ash (FABA) serta kawasan hijau sebagai bagian dari konsep pembangunan berkelanjutan.

Danantara menargetkan proses lelang proyek dapat dimulai pada April hingga Mei 2026. Setelah itu, pembangunan fisik atau groundbreaking direncanakan berlangsung pada tahun yang sama dengan target operasional paling lambat pada 2028.

Dengan dukungan DPRD, Pemerintah Kota Jambi, pemerintah pusat, serta kolaborasi lintas daerah, pembangunan PSEL Talang Gulo diharapkan menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah, meningkatkan kualitas lingkungan, sekaligus menghadirkan sumber energi alternatif yang berkelanjutan bagi masyarakat Kota Jambi di masa depan. (*)

 

 

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA