Aplikasi Pengganti TikTok Diserbu Pengguna, Instagram Reels Jadi Mesin Uang Baru Meta

waktu baca 2 menit
Rabu, 21 Jan 2026 14:43 207 Admin

KJ-News.com, Jakarta – Popularitas aplikasi pengganti TikTok kian melonjak, dengan Instagram Reels milik Meta Platforms tampil sebagai salah satu pemenang terbesar. Fitur video vertikal ini kini menjelma menjadi mesin uang baru, menyumbang lebih dari setengah total iklan Instagram sepanjang 2025.

Data perusahaan intelijen pasar Sensor Tower menunjukkan, porsi iklan yang berasal dari Reels melonjak signifikan dari 35 persen pada 2024 menjadi lebih dari 50 persen pada 2025. Tren ini menegaskan pergeseran strategi pengiklan yang kini semakin memprioritaskan konten video pendek (short-form video).

Reels dirancang menyerupai TikTok dengan format video vertikal berdurasi singkat, berbeda dari video horizontal berdurasi panjang seperti di YouTube. Perubahan preferensi ini juga tercermin dari perilaku pengguna.

Sensor Tower mencatat, 46 persen waktu penggunaan Instagram di Amerika Serikat pada 2025 dihabiskan untuk menonton Reels, meningkat sekitar 37 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara di Facebook, konsumsi konten video vertikal mencapai 29 persen dari total waktu pengguna.

“Pengiklan memindahkan anggaran mereka ke Reels karena di sanalah pengguna berada saat ini,” ujar Abraham Yousef, Analis Wawasan Senior Sensor Tower, dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (21/1/2026).

Lonjakan konsumsi Reels turut berdampak positif terhadap kinerja Instagram secara keseluruhan. Jumlah pengguna aktif harian Instagram tercatat naik 2 persen, seiring meningkatnya daya tarik konten video vertikal.

Meski demikian, CEO Meta Mark Zuckerberg sebelumnya mengakui bahwa monetisasi Reels masih menghadapi tantangan. Menurutnya, efisiensi pendapatan Reels masih lebih rendah dibandingkan feed utama Instagram.

“Efisiensi monetisasi Reels saat ini masih di bawah Feed. Saat Reels tumbuh, engagement meningkat, tetapi waktu di Feed berkurang dan itu sempat menekan pendapatan,” ujar Zuckerberg dalam pernyataan pada 2023.

Di balik pertumbuhan Reels, kecerdasan buatan (AI) memainkan peran krusial. Meta, bersama YouTube dan TikTok, mengandalkan algoritma rekomendasi berbasis AI untuk menyajikan konten yang semakin relevan dan personal bagi setiap pengguna.

Analis riset senior Neuberger Berman, Dan Flax, menilai kekuatan utama platform video vertikal terletak pada kemampuan AI dalam membaca preferensi pengguna secara presisi.

“Semakin banyak konten yang ditonton pengguna, semakin kaya sinyal data yang diperoleh platform. Hal ini membuat mesin rekomendasi semakin cerdas dan pada akhirnya tercermin dalam peningkatan pendapatan Reels,” jelas Flax.

Fenomena ini menegaskan bahwa di tengah ketidakpastian nasib TikTok di sejumlah negara, aplikasi pengganti TikTok justru semakin agresif menguasai pasar, dengan Reels menjadi salah satu pemain dominan dalam ekonomi kreator dan iklan digital global.

 

 

Penulis: Ridho Saputra

Editor: Redaksi KJN

Tidak ada komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

LAINNYA